Showing posts with label Palestina. Show all posts
Showing posts with label Palestina. Show all posts

Sunday, January 17, 2010

Mesir Makin Gila !

Lengkapi Tembok Baja, Mesir Bangun Tembok Bawah Laut

KNRP - Wartawan aljazeera di Kairo, Jum’at (15/1), melaporkan bahwa Mesir saat ini sedang mengerjakan pengecoran beton dan pembenaman kotak di bawah perairan Mediterania pada kedalaman 10 meter dan panjang 25 meter sebagai perluasan dari tembok baja untuk mencegah penyelundupan antara Mesir dan Jalur Gaza.

Mesir juga telah memprakarsai pembentukan sebuah marina untuk perahu milik pasukan keamanan Mesir dan meningkatkan jumlah menara pengamatan menjadi 23 menara semen yang dilengkapi dengan jendela-jendela tahan peluru dan dilengkapi dengan peralatan elektronik di perbatasan dengan Jalur Gaza.

Sumber-sumber perbatasan Mesir itu menjelaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari sistem pengawasan perbatasan. Sumber-sumber itu juga menekankan bahwa sistem yang dikembangkan itu ada setelah agresi Israel di Gaza tahun lalu.

Di lain pihak, delegasi militer AS yang terdiri dari tiga pejabat keamanan mengunjungi Kota Rafah di perbatasan Mesir untuk memeriksa konstruksi baja penghalang yang dibangun oleh Mesir di bawah perbatasan dengan Jalur Gaza, untuk mencoba dalam mencegah penyelundupan senjata ke Palestina melalui terowongan rahasia.

Kantor berita Reuters mengutip, sumber-sumber keamanan Mesir mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah berlangsung satu bulan.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS di Washington awal pekan ini mengatakan, "Apa yang kami ingin lihat adalah menghentikan Hamas dalam penggunaan perbatasan untuk penyelundupan senjata, mari kita menghentikan penyelundupan senjata."

Bulan lalu, Mesir menegaskan bahwa pihaknya membangun penghalang baja tersebut di bawah garis perbatasan yang membentang 14 km. Tapi Menteri Luar Negeri Ahmed Aboul Gheit mengatakan pekan ini bahwa Mesir berencana untuk membangun penghalang itu setahun yang lalu.

Israel saat ini menguasai wilayah udara dan pintu-pintu laut Jalur Gaza dan sebagian besar lahan pelabuhan darat, dan sementara Mesir mengendalikan penyeberangan Rafah, yang merupakan satu-satunya jalan keluar bagi Gaza dengan negara-negara Arab.

Mesir merencanakan untuk membangun lebih banyak menara pengawas di perbatasan dengan Gaza untuk meningkatkan pengawasan maritime. Demikian menurut sumber-sumber keamanan mereka.(milyas/aljzr)

Sumber : http://knrp.or.id
Baca Selengkapnya...

Wednesday, November 4, 2009

Jihad Adalah Jalan Satu-Satunya Untuk Kemerdekaan Al-Aqsha


Risalah dari Muhammad Mahdi Akif,
Mursyid Am Ikhwanul Muslimin,

Milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya

Zionis berhasil membuat hina bangsa Arab

Bahwa apa yang dilakukan oleh zionis sang perampas dalam berbagai kancah peperangan disekitar masjid Al-Aqsha dan pelatarannya yang penuh berkah merupakan salah satu agenda rencana zionis yang hina guna membangun haikal yang dituduhkan diatas reruntuhan masjid yang penuh berkah, dan sebagai salah satu konspirasi yang dilakukan melalui kekerasan dan perang oleh karena adanya kelemahan, kemunduran dan sikap yang rancu pada sebagian rezim pemerintah Arab dan Islam, diantaranya adalah pemerintah –boneka- Palestina di bumi yang terjajah, yang telah berjuang mengerahkan tenaganya untuk menghalangi pasukan pejuang dan mengaburkan aksinya, menangkapi para pelaku perjuangan, menyiksa para mujahidin bahkan berusaha merangkul kekuatan pasukan perlawanan dengan syarat berada dalam Negara kwartet intenasional dan mundur dari tsawabit Palestina, menerima penjajah zionis dengan bentuk yang tidak masuk akal.

Mungkin anda akan sangat merasa heran saat mendengar bentuk proses perundingan sia-sia yang mereka lakukan, saat mereka mengumumkan secara gamblang bahwa sebelum 20 tahun yang lalu perjalanan perundingan terjadi tanpa hasil sama sekali, dan pada saat yang bersamaan hal tersebut menjadi satu-satu perundingan! Sungguh mengherankan!! Bahwa bagi orang yang berakal tidak memahami ini kecuali menganggap perundingan telah menjadi bagian hanya mengikuti ketamakan zionis yang menginginkan mereka untuk mundur dari menuntuk hak, meninggalkan tsawabit guna dapat duduk bersama di meja perundingan!! Karena itu, apakah paara warga yang berakal di muka bumi ini seperti yang kita saksikan?!

Tidak kurang akan masalah ini peran dan sikap hina sebagian rezim pemerintah Arab dan Islam serta pemerintah Palestina secara khusus yang telah menarik kembali dengan penuh rasa hina terhadap permasalahan umat yang besar ini, permasalahan Palestina dan masjid Al-Aqsha, mereka mengabaikan darah ratusan ribu syuhada yang telah berjuang dan berkorban dalam rangka mempertahankan bumi Palestina dan Al-Aqsha, bahkan juga menekan bangsa Arab dengan mencegah mereka memberikan dukungan kepada pasukan perlawanan, bahkan mengingkari apa yang terjadi dan dialami oleh bumi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha. Sikap yang sama sekali tidak pernah dikenal sepanjang sejarah Islam dan Arab yang memiliki sikap kepahlawanan dan kemuliaan.

Sekiranya bukan karena sikap yang negative ini –jika tidak ingin dikatakan sebagai pengkhianatan- maka zionis tidak akan berani masuk dan menistakan pelataran masjid Al-Aqsha yang penuh berkah ini, berani menembakkan peluru atas para pejuang yang terisolir dan berdiam diri di dalamnya, dan kepada bangsa Palestina yang tidak berdosa yang telah memberikan torehan sejarah yang menakjubkan dalam lembaran-lembaran yang penuh dengan kemuliaan dan kewibawaan, bahkan berhak mendapatkan derajat, kemuliaan dan penghargaan yang paling tinggi. Karena itu kami mengajak mereka untuk memegang erat tangan mereka, mengajak mereka untuk terus berjuang dan bersabar saat berada di dalam masjid Aqsha yang penuh berkah; kami tegaskan kepada mereka bahwa kemenangan –dengan izini Allah- untuk mereka, dan musuh kelak akan hancur insya Allah, sekalipun kelemahan yang dimiliki zionis dan ditambah dengan adanya kehinaan dan adanya larangan pada sebagian orang yang ingin shalat untuk dapat masuk ke masjid Al-Aqsha; maka kelak kejahatan tersebut akan kembali kepada para pelaku kejahatan

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”. (Al-Baqarah:114)

Jihad jalan satu-satu untuk memerdekakan Masjid Al-Aqsha

Hakilkat ini sangat jelas seakan seperti sinar matahari disiang bolong; bahwa tidak ada jalan lain untuk mengembalikan hak dan menghancurkan penjajahan serta melindungi tempat-tempat yang disucikan kecuali berjihad dan melakukan perlawanan, bahwa berbagai perundingan yang sia-sia telah banyak dilakukan bertahun-tahun tanpa ada sedikitpun pengaruhnya seperti yang diakui oleh mereka yang turut serta dalam melakukan perdamaian tersebut, bahkan justru bertambah luas daerah penjajahan dan perluasan pemukiman Yahudi yang dilakukan zionis, penghancuran yang membabi buta terhadap rumah-rumah warga Palestina, merampas paksa tanah mereka, menghapus hak-hak kepemilikan mereka, menahan banyak warga baik laki-laki dan wanita, bahkan anak-anak.

Para ilmuwan dan fuqaha menyampaikan adalah wajib ain untuk melakukan jihad pada kondisi tertentu; diantaranya jika jamaah dari umat Islam ada yang ditawan; maka jihad menjadi wajib ain sehingga berhasil membebaskan jamaah yang ditawan tersebut.

Jika para fuqaha telah menetapkan demikian dalam rangka membebaskan umat Islam yang ditawan baik satu atau dua orang; maka bagaimana jika yang ditawan adalah sepuluh ribu, mereka juga melakukan penyiksaan secara keji atas tawanan tersebut, dan bahkan banyak melakukan tindak kekerasan di dalamnya? Dimanakah umat dari sabda Nabi saw :

فُكُّوا الْعَانِيَ- يَعْنِي الأَسِيرَ- وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَعُودُوا الْمَرِيضَ

“Bebaskan orang yang sedang tertawan, berikanlah makan kepada orang yang sedang kelaparan, dan jenguklah orang sedang sakit”. (Bukhari).

Dimanakah umat Islam dari firman Allah:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”. (An-Nisa:75)

Imam Al-Qurtubi menafsirkan ayat diatas dengan berkata: Allah mewajibkan jihad untuk meninggikan kalimat-Nya (agama) dan memenangkan agamanya, menyelamatkan umat Islam yang lemah, guna membebaskan umat Islam yang ditawan, dan hal ini adalah kewajiban jamaah Islam baik dengan cara berperang dengan jiwa, dengan harta dan lain-lainnya. Dan hal ini tidak boleh terdapat perdebatan di dalamnya.

Apakah dengan ini, umat Islam mau sadar, khusunya para penguasa dan pejabat pemerintahan?! Apakah mereka menyadari bahwa umat ini akan terus berada dalam kehinaan karena enggan melakukan jihad?! Nabi saw bersabda:

ما ترك قومٌ الجهادَ إلا عمَّهم الله بالعذاب

“TIdaklah suatu kaum meninggalkan jihad kecuali Allah akan menimpakan azab atas mereka” (Thabrani)

Jihad kewajiban seluruh umat

Bahwa kewajiban jihad yang diperintahkan bukanlah kewajiban pemerintah saja, atau kewajiban suatu kelompok bersenjata belaka, namun ia merupakan kewajiban seluruh umat, dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki, karena makna jihad sangatlah luas bukan sekedar melakukan perang fisik saja namun juga jihad yang dapat dilakukan dengan cara militer, dengan harta, media, ideology, aqidah dan politik, setiap individu harus menentukan medan mana yang dapat digunakan untuk berjihad di dalamnya, memberikan peran yang sesuai dengannya; sehingga seluruh dunia dapat mendengar suara umat yang berusaha menolong Palestina dan Al-Aqsha.

Dan seluruh umat hendaknya menyadari bahwa sekalipun harus memberikan pengorbanan dengan suka rela sehingga kelak Allah berkenan memberikan ganjaran yang terbaik untuk mereka. Allah berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (At-Taubah:120)

Sebagaimana dalam tafsirnya disebutkan bahwa dalam kondisi haus ada ganjaran dan pahala, dalam keletihan ada ganjaran dan pahala, dalam rasa lapar ada ganjaran dan pahala, dalam membangkitkan amarah orang-orang kafir juga ada ganjaran dan pahala, berhasil menangkap dan membunuh musuh juga ada ganjaran dan pahala, dan bahkan akan ditulis untuk para mujahid sebagai amal shalih, dan dihitung sebagai orang-orang yang berbuat ihsan dan Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjarannya, sebagaimana memberi nafkah baik yang kecil atau besar juga ada ganjaran dan pahala, langkah-langkah untuk menuju lembah juga ada ganjaan dan pahala… ganjaran sebagai balasan terbaik bagi orang yang dalam hidupnya melakukan jihad…

Ketahuilah.. demi Allah.. Allah pasti akan memberikan kepada kita ganjaran yang terbaik, dan pada sikap baik juga ada ganjaran dan kedermawanan, dan yang demikian itu adalah -paling minim- melakukan apa yang diharapkan oleh nabi saw untuk bersikap tegas dan tidak mau melakukan perundingan sama sekali, dalam rangka melintasi jalan dakwah ini yang mana mereka adalah sebagai penggantinya dan generasi setelahnya akan menjadi umana.

Dan ikhwanul Muslimin akan senantiasa mengingatkan –tanpa rasa putus asa dan bosan- kepada seluruh umat dan bangsa, baik pemerintah maupun politisi, insan media, ulama, dan umum akan kewajiban mereka yang suci, kewajiban mereka memerdekakan bumi Palestina dan masjid Al-Aqsha, dan menegaskan bahwa qadhiyah ini adalah sarana untuk mengungkap tingkat loyalitas mereka terhadap agamanya, bangsanya dan negerinya. Dan Ikhwanul Muslimin sangat tsiqah akan kemenangan Allah kepada para mujahidin sekalipun begitu banyak di dalamnya kehancuran dan besar pengorbanannya..

Allah berfirman:

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ. الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Allah”. dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:39-40)

Kepada seluruh umat dan Ikhwanul Muslimin

Ikutilah selalu invasi melalui media yang arogan dan kompetisi media yang merusak yang bercerita tentang adanya krisis antara mursyid am Ikhwanul Muslim dengan anggota maktab Irsyad, karena itu perlu saya tegaskan disini untuk kesekian kalinya bahwa perbedaan pendapat antara Ikhwanul Muslimin adalah wajar, dan berjalan sesuai dengan etika Islam yang agung dan mulia dengan mengedepankan dakwah, dan hal tersebut merupakan tanda akan kesehatan, kesemangatan dan kesadaran, sebagaimana hal tersebut merupakan bagian dari penolakan yang sangat gamblang bagi siapa yang menuduh Ikhwanul Muslimin mengalami kejumudan, dan juga merupakan dalil yang sangat kongkret bahwa ketaatan dalam tubuh jamaah ini merupakan ketaatan yang penuh kesadaran bukan ketaatan buta, dan urusan jamaah yang penuh berkah ini selalu dilakukan dengan syura, sementara perbedaan pendapat di dalamnya tidak menghancurkan hubungan kasih sayang, dan tidak mensirnakan hati yang telah disatukan atas dasar cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta berkhidmah kepada agama dan umat yang akan dapat dipecah belah oleh hawa nafsu, tidak tercemari atasnya superioritas, dan tidak memandang dalam kontek tanggungjawab kepada harta dan ketamakan, namun tetap berdasarkan pengorbanan guna mencari Ridha Allah dan berharap dibelakangnya manfaat untuk umat.

Dan perihal utama yang perlu dipublikasikan adalah memberikan support kepada ratusan tokoh dari ikhwanul Muslimin yang telah dihancurkan rumah-rumahnya, dicuri harta mereka, diteror anak-anak mereka, dirampas harta keluarga dan keturunan mereka, ditangkap dan dihukum dengan cara yang zhalim dan palsu serta tuduhan membantu warga Palestina dan membela masjid Al-Aqsha! Sungguh cukuplah Allah penolong kami karena Dialah sebaik-baik penolong.

Melalui titik tolak ini saya sampaikan kepada ikhwan saya yang tercinta: tenangkanlah diri kalian, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kalian, tetaplah berpegang teguh kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip serta sikap kalian, berpegang teguhlah kepada dakwah dan manhaj kalian, jangan takut kepada suatu perubahan karena di dalamnya terdapat keberkahan yang besar, berhati-hatilah terhadap permusuhan atau berhenti dari pembaharuan darah; karena yang demikian dapat mengabaikan potensi, memandulkan pencapaian tujuan dan misi, dan bahwasanya suatu jamaah dapat menyatukan berbagai potensi dan kebaikan seperti yang pernah dilakukan oleh ikhwanul Muslimin yang patut menjadi pionir dalam memimpin masa depan umat menuju kemajuan dan peningkatan insya Allah.

Allah Akbar dan segala puji hanya milik Allah.

Shalawat dan salam serta keberkahan atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarganya dan seluruh sahabatnya

Baca Selengkapnya...

Wednesday, October 28, 2009

Boikot Ekonomi Amerika dan Israel… Fardhu Ain Atas Umat Islam


Ditulis oleh Muhammad Yusuf

Penterjemah:

Abu Ahmad

_______

Dalam rangka membela anak-anak, wanita dan orang tua yang terbunuh oleh senjata zionis yang keji.

Dalam rangka membela warga yang sakit dan terluka akibat blokade dan agresi militer zionis.

Dalam rangka membela rumah-rumah yang hancur oleh tangan kotor zionis.

Dalam rangka memobilisasi masa secara nyata untuk mendukung ketegaran umat Islam di Gaza.

Dalam rangka memberikan tekanan ekonomi atas musuh zionis.

Dalam rangka menahan laju tekhnologi militer zionis.

Dalam rangka memberikan dampak negatif pada sistem kapitalisme zionis dan pengaruh-pengaruhnya.

Dalam rangka menjaga kehormatan kita; umat Islam dan Arab.

Dalam rangka memerangi normalisasi dengan Zionis.

Dalam rangka menghormati lembaga-lembaga resmi terhadap konsnsus yang keluar untuk kemaslahatan bersama.

Untuk itu semua, kami menyeru seluruh bangsa Arab dan Islam dan hati nurani umat manusia untuk mengefektifkan boikot ekonomi terhadap berbagai produk Zionis dan Amerika pada urutan pertama pertama, dan produk-produk Negara Eropa yang mendukung agresi brutal, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban dari sipil dan tidak berdosa dan yang terluka pada setiap menitnya.

Syari’at boikot

Para ulama menegaskan bahwa boikot ekonomi saat ini telah menjadi wajib Ain atas setiap Muslim laki-laki dan perempuan.

Dalam Fatwanya, DR. Yusuf al-Qaradawi, ketua persatuan ulama Islam internasional mengatakan bahwa bentuk jihad banyak ragamnya; Ada jihad melalui tangan, ada jihad melalui lisan, ada jihad melalui hati dan ada jihad melalui boikot; jika semua dapat memperlemah kekuatan musuh, memperlemah duri-durinya, dan berbagai sarana lain yang mampu dilakukan oleh setiap individu muslim untuk memboikot musuh maka lakukanlah.

Beliau mengatakan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang muslim dengan cara apapun menjadi pakaian atau memberikan bantuan kepada musuh agamanya dan musuh negerinya, baik musuh tersebut adalah Yahudi atau kaum animisme atau yang lainnya; Seorang Muslim harus berada berlawanan dengan musuhnya, terutama yang telah melanggar hak-hak dan kewajibannya, melecehkan kehormatannya dengan berbagai cara. Dan minimal yang dapat dilakukan adalah melakukan boikot; karena setiap dinar atau riyal, atau setiap Qirsy atau setiap rupiah yang kita berikan kepada musuh, maka berarti kita telah memberikan kepadanya peluru atau seharga peluru yang nantinya akan bersarang ke dada seorang muslim; karena harta yang kita berikan akan menjadi alat untuk membeli senjata dan digunakan untuk membunuh saudara kita di Jalur Gaza.

Syeikh Faisal Mawlawi dalam fatwanya menegaskan bahawa memboikot barang-barang yang berasal dari Amerika dan Inggris yang diluncurkan oleh para ulama dan para pemimpin gerakan Islam muncul karena Amerika Serikat ikut serta membantu dan mendukung entitas Zionist dengan uang dan senjatanya, yang dengannya pula membuat zionis terus melanjutkan penjajahannya terhadap bumi Palestina dan mengusir sekitar 4 juta penduduknya, sehingga mereka berpencar dan terlantar di berbagai pelosok negeri, dan disertai dengan melakukan penghinaan dan kekerasan terhadap warga yang masih tinggal disana.

Beliau menambahkan, bahwa Amerika Serikat setiap tahunnya memberikan bantuan sebesar 4 miliar dolar kepada Zionist sebagai bantuan resmi, hal tersebut diterjemahkan secara nyata untuk menjadi peluru dan bom yang digunakan untuk membombardir dan menyerang Jalur Gaza. Maka dari itu, setiap negara yang memberikan bantuan seperti itu, maka secara syar’i, kita wajib memboikot segala barang produknya; secara prioritas, makna tersebut bukan antara halal dan mubah, namun antara haram yang paling keras dan haram paling ringan.

Dan Pada waktu bersamaan, kegagalan negosiasi politik Arab politik dalam usaha menghentikan agresi Zionist yang keji di Jalur Gaza, dan munculnya banyak reaksi dan demonstrasi masa yang mengecam agresi zionis ini, sehingga menjadikan pembicaraan tentang boikot ekonomi merupakan hakikat syar’i sebagai ungkapan rasa solidaritas terhadap warga yang tertindas di Jalur Gaza.

Sisi ekonomi

Beginilah hasil dari uang yang kita berikan kepada zionis

Beginilah hasil dari uang yang kita berikan kepada zionis

Sementara itu para pakar ekonomi memandang bahwa kembalinya pembicaraan tenjtang boikot saat ini merupakan

pukulan telak dan keras dari Arab kepada entitas zionis dan terhadap orang-orang yang berada di belakangnya seperti negara-negara Eropa dan Amerika; manfaatnya adalah untuk menegaskan bahwa masyarakat Arab dan umat Islam masih bisa berbuat dan ditangannya ada lembaran-lembaran penekan yang beragam yang tidak mampu dilakukan oleh para pemimpin dan rezim Arab yang hina “walau sekedar menghentikan konspirasi” untuk mengontrol atau melakukan pengawasan atasnya.

Sementara itu, seorang ekonom bernama Abdul Hafiz As-Showi menegaskan bahwa boikot ekonomi merupakan pelajaran sosial yang telah dibuktikan keberhasilannya sejak lama, dan permasalah blokade ekonomi dan boikot tidak dapat dipisahkan pada realitas politik.

As-Shawi menyebutkan beberapa contoh yang menegaskan bahwa kehendak politik adalah penggerak utama terhadap mesin global ekonomi, seperti Amerika Serikat saat mengembargo Kuba, penolakan Bank Dunia dan Amerika Serikat terhadap pendanaan proyek bendungan sehingga memaksa Mesir untuk menerima konsesi politik, dan dalam waktu dekat, Rusia akan menggunakan kerja sama gas untuk memaksa Ukraina dan negara-negara Eropa untuk menerima kondisi dan situasi politik tertentu.

As-Shawi juga menegaskan; bahwa ada kesempatan besar untuk mengefektifkan senjata boikot pada saat krisis keuangan global yang terjadi pada Amerika Serikat dan negara-negara Eropa pendukung utama agresi Zionis di Jalur Gaza; penggunaan minyak sebagai senjata pada saat ini, terutama pada saat krisis keuangan global dan kekurangan likuiditas, ditambah dengan potensi memberikan ancaman kepada negara-negara barat yang berkonspirasi yang berkemungkinan dipindahkannya aset Arab dari bank-banknya; sehingga akan memaksa negara-negara tersebut untuk mengambil posisi yang lebih netral dan manusiawi.

As-Shawi mengkritik kinerja media masa, yang menggambarkan bahwa boikot merupakan senjata yang tidak efektif namun justru akan merugikan ekonomi nasional dan mempengaruhi investasi asing, sehingga hal tersebut sebagai usaha yang gagal secara faktual.

Senjata yang menakutkan

Bebaskan Palestina dengan memboikot seluruh produk zionis

Bebaskan Palestina dengan memboikot seluruh produk zionis

DR. Jihad Subhi, dosen fakultas ekonomi di universitas Al-azhar setuju dengan pendapat As-Shawi. Beliau menegaskan bahwa boikot merupakan senjata menakutkan bagi perusahaan-perusahaan global yang dapat memberikan tekanan kepada pemerintah akan sikap politiknya yang tidak populis sehingga opini umum Arab dan Islam berubah, seperti yang terjadi ketika meletus intifada Al-Aqsha.

Beliau menegaskan bahwa boikot merupakan senjata paling ampuh dalam berbagai tingkatan politik dan ekonomi, – melalui proses matematika sederhana- bahwa masyarakat Arab yang jumlahnya 300 juta jiwa, jika 100 jutanya melakukan boikot atas satu produk Zionis, Amerika Serikat atau Inggris yang nilainya hanya satu pound Mesir (kira-kira saat ini sama dengan nilai Rp. 3000-red), maka kerugian akan ditanggung oleh perusahaan itu sebesar 100 juta pounds perhari sama dengan 25 juta dolar, dan ini hanya dalam satu produk, bagaimana jika kita melakukan boikot terhadap semua produk, maka akan memaksa pemerintah dan rezim-rezim Barat untuk mengambil sikap tidak seperti yang dilakukan sekarang.

Jenis-jenis perusahaan milik zionis

Jenis-jenis perusahaan milik zionis

BOYCOTT ISRAEL COMPANY LIST

AOL Time Warner, Apax Partners & Co Ltd, Coca-Cola, Danone, Delta Galil, Disney, Estée Lauder, IBM, Johnson & Johnson, Kimberly-Clark, Lewis Trust Group Ltd, L’Oreal, Marks & Spencer, Nestle, News Corporation, Nokia, Revlon, Sara Lee, Selfridges, The Limited Inc., Home Depot, Intel, Starbucks, Timberland, McDonald’s, Arsenal FC

Baca Selengkapnya...

Al-Quds dan Al-Aqsha; Di tengah Proyek Penjajahan Zionis Amerika


Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin.

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Barangsiapa yang melindungi musuhnya maka pada suatu hari ia akan hancur.


Sesungguhnya umat yang sadar dan waspada tidak akan bingung dengan segala urusan utamanya, tidak akan mungkin tertipu dengan permasalahannya yang begitu besar, tidak akan mungkin mengabaikan terhadap bahaya yang mengancamnya; karena itu dia akan selalu mengenakan pakaiannya setiap saat, menyiapkan senjata pada setiap pertempuran. Dan pada saat musuhnya melakukan perampasan terhadap negeri, menistakan tempat-tempat sucinya, berusaha mengubah identitasnya, mengusir warganya, dan melakukan ribuan kejahatan yang melanggar kemanusiaan; mereka menyadari tidak ada manfaatnya untuk melakukan negosiasi dan usaha saling memahami, bahkan tidak ada artinya melakukan perdamaian bersamanya. Sungguh benar ungkapan orang Arab dahulu terhadap orang yang merasa dirinya angkuh:

Tidak ada diantara diriku dengan Qais cela # Selain suka menikam tubuh dan memukul budak

Dan itulah yang harus difahamai dan diketahui oleh umat Islam dan para pemimpinnya; menyadari dengan penuh bahwa dirinya telah bersekongkol dengan musuh, melakukan pelanggaran terhadap syariat, konsensus kemanusiaan dan undang-undang internasional, mengeluarkan sikap kontroversial terhadap berbagai kesepakatan internasional, sementara musuh-musuhnya menganggapnya hanya sekedar tinta diatas kertas (hitam diatas putih), sehingga mereka tetap membiarkan –bahkan membolehkdan dan memerintahkan- pasukannya untuk membunuh wanita, anak-anak dan orang tua, melakukan tindak kejahatan perang dihadapan mata dan telinga dunia.

Melalui media televisi dan radio tersebar tindak kejahatan zionis, dan menjadikan seluruh dunia sebagai saksi nyata dan jelas akan tindak kejahatannya; mayoritas bangsa yang memiliki hati yang hidup, bergetar keras perasaan kemanusiaannya pada kebanyakan tokoh di dunia ini mengecam tindakan tersebut, menggugah jiwa kemanusiaan mereka lalu menyeru untuk melawan tindak kejahatan ini, melakukan pembalasan terhadap tindak kejahatan yang telah merobek dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, ada sekelompok orang melakukan jihad yang agung, usaha yang gigih dan tindakan yang menakjubkan; mereka mampu mengumpulkan beberapa bukti untuk melawan tindak kejahatan yang dilakukan zionis yang keji, berusaha mengajukan para penjahat perang ke Pengadilan internasional; minimal hasilnya adalah mengecam aksi kejahatan zionis, menyebarkan dan memberikan imej negatif dihadapan opini umum dan internasional akan kajahatannya, menyingkap fakta dan realitasnya dihadapan seluruh dunia, menghapus kecurangan, manipulasi dan pemalsuan yang dengannya dapat menipu banyak orang di seluruh dunia.

Sekiranya tidak ada satu kelompok yang memberikan jaminan kepada umat akan permasalahan ini maka akan tampak usaha seperti memberikan hadiah satu loyang emas kepadanya, dengan meminta untuk ditunda atau ditarik kembali keputusan internasional dari perdebatan, tidak ditampilkan dihadapan dewan keamanan; dengan harapan dapat mewujudkan kedamaian dan menyerahkan zionis ke pengadilan internasional.

Inilah harapan yang sulit diwujudkan, maka dari itu, seperti ungkapan seorang penyair Arab:

Lalu melalui lisan saya katakan secara menyeluruh #

Barangsiapa yang melindungi musuhnya maka pada suatu hari akan hancur

Dimanakah posisi umat terhadap bumi Al-Aqsha dan problematikanya yang besar?!

Para penjahat zionis telah menguasai sikap Arab Palestina, mereka begitu cepat melakukan langkah untuk mencapai tujuan yang hina ini; untuk mengakhiri (menghancurkan) eksistensi Palestina Arab Islam di Al-Quds yang suci, mengakhiri (menghancurkan) permasalahan masjid Al-Aqsha, sekiranya tidak satu kelompok anak bangsa –laki-laki dan wanita- yang beriman dan teguh keimanannya, tegar dan teguh dalam memelihara dan melindungi masjid Al-Aqsha, menyerahkan dada dan tubuh mereka dihantam oleh senjata penjahat zionis, mereka berusaha menggagalkan berbagai usaha mereka untuk memasuki masjid Al-Aqsha dan mengusir warga darinya; sehingga memaksa zionis untuk menarik mundur sementara, menunda konspirasi mereka hingga waktu yang belum ditentukan. Namun sangatlah asing dan menakjubkan apa yang diberitakan; bahwa ada kelompok yang meminta penarikan keputusan kejahatan perang kemanusiaan dengan tidak memandang dengan apa yang terjadi dan dialami oleh Al-Aqsha sebagai permasalahan yang mengarah pada seruan diadakannya KTT Arab, bukan sebagai alasan untuk mengadu dalam berbagai acara dan pertemuan arab, domestik atau internasional, seakan usaha penghancuran masjid Al-Aqsha yang diberkahi, membuat puluhan terowongan dibawahnya, mengusir pemilik asli negeri yang disucikan dan menghancurkan rumah-rumah mereka; sebagai perkara yang tidak berhak untuk dijadikan beban sebagai tuntutan untuk mengadakan KTT Arab atau Islam; sebagai sarana untuk meninjau apa yang mungkin dapat dilakukan dalam rangka menghadapi bahaya laten yang mengancam tempat-tempat suci umat Islam.

Proyek zionis Amerika mengarah pada seluruh umat dan dunia

Tidak sedikit sikap resmi Arab dan Islam yang mengherankan terhadap sikap pemerintah Palestina; mereka berusaha menjadikan permasalahan Al-Aqsha, Al-Quds dan Palestina sebagai permasalahan domistik belaka, tidak ada ada sangkut pautnya dengan negara lain, atau adanya turut campur –atau terlibat- di dalamnya negara dan bangsa lain.

Ini merupakan suatu kerancuan besar yang selalu kami ingatkan dan khawatirkan, karena permasalahan ini bukan permasalahan internal Palestina belaka merupakan permasalahan bangsa Arab dan umat Islam secara keseluruhan, tanggungjawab pemerintah dan bangsa lainnya.

Jika bangsa Palestina bagi mereka menjadi tembok penghalang dalam terwujudnya proyek zionis Amerika yang aphartheid dan imperialis ini; maka bahaya tersebut tidak sekedar mengarah pada bangsa Palestina belaka, namun mengarah kepada umat secara keseluruhan; kemarin, saat ini dan masa yang akan datang, mengarah pada agama dan aqidahnya, nilai-nilia, akhlak dan peradabannya, mengarah pada kehormatan, stabilitas dan keamanannya, mengarah pada pemerintah dan bangsanya.

Karena tidaklah entitas zionis sang penjahat melakukan itu kecuali perang yang ditargetkan kepada seluruh umat, dan jika Al-Quds dan Al-Aqsha jatuh maka akan jatuh pula benteng kekuatan Palestina –semoga itu tidak terjadi- dan pada akhirnya akan jatuh pula yang lainnya –semoga ini pula tidak terjadi- seperti beberapa ibukota Arab dan umat Islam; karena proyek penjajahan Barat tidak bertujuan pada Palestina saja namun bertujuan pada target umat Islam seluruhnya.

Karena itu, seluruh umat harus berada dibelakang jihad Palestina sebagai pendukung dan penyangga, guna mempertahankan jiwa dan eksistensinya, sebelum api penjajahan mencapai pada berbagai ibu kota, kota-kota dan desa-desanya, karena mimpi “Israel raya” masih terus berjalan dan berusaha mewujudkan khayalan mereka sebagai kenyataan, dan akan terus diperbaharui ketika tampak terjadi kebingungan, kehinaan dan kelemahan di tubuh umat.

Karena itu apakah para cendekiawan dan tokoh hanya berdiam diri dan tidak berusaha untuk mematikan apinya, tidak mau bergerak sehingga api perang tersebut masuk ke rumah-rumah mereka, dan mereka tidak mampu mematikannya kemudian menyesal pada saat penyesalan sudah tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dalam sejarah dikisahkan bahwa ada salah seorang mukhlisin saat melihat adanya pembangkangan terhadap pemerintahan Umawiyah; beliau bersegera menulis surat yang ditujukan kepada Marwan bin Muhammad, sebagai khalifah terakhir khilafah Umawiyah, beliau berkata:

Saya melihat di balik debu pasir ada percikan api # seakan memiliki letupan yang besar

Bahwa api yang terdapat pada musuh akan selalu diingat # dan perang biasanya di mulai dari ucapan

Sekiranya para cendekiawan pada suatu kaum tidak berusaha meredamnya # maka percikan apinya akan menjadi mayat bergelimpangan

Saya sampaikan dengan penuh rasa heran: kalau bukan karena syairku # apakah umat ini akan bangun atau tetap tidur?

Jika mereka pada saatnya mereka tetap tertidur # maka katakanlah: bangunlah kalian, sudah tiba saat kalian bangun

Namun sekalipun peringatan telah sampai kepada pemimpin Negara, namun dirinya telah terdorong melakukan pembunuhan opini, tidak memahami akibat buruk dari pengabaian peringatan, sehingga runtuhlah negaranya dan tenggelamlah masa keemasan masa khilafahnya, dan ketika ditanya: Apa yang membuat kerajaan anda lemah setelah pada sebelumnya kuat dan kokoh pondasi-pondasinya? Dia berkata: “Karena adanya pembinasaan pendapat (opini).

Apakah para pemimpin arab dan Islam menyadari akan pelajaran ini, menemukan jati dirinya akan peringatan yang tulus ini, atau apakah akan terulang kembali kesalahan ini dan menghadpi kehancuran seperti sebelumnya?! Apakah para pemimpin Arab dan Islam memahami akan adanya ketergantungan dan keterkaitan yang erat umat Islam terhadap Al-Quds dan masjid Al-Aqsha, bahwa eksistensinya tergantung pada sikap yang benar terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi umat, terutama permasalahan masjid Al-Aqsha dan Palestina.

Bahwa hal tersebut tidak akan ada yang mampu memberikan kekuatan di muka bumi guna melindungi pemerintahan dari kemarahan bangsa yang tidak menerima jatuhnya Al-Quds dan masjid Al-Aqsha, yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah bagaimana cara menolaknya terutama bagi orang yang mengabaikan tempat-tempat suci dan mengkhianati permasalahan yang sedang dihadapinya?!

Saya tidak menduga tidak semua cendekiawan dari para tokoh dan budayawan serta pemikir dari umat ini semuanya tidak memiliki ikatan yang kuat dan jelas menyembunyikan terhadap apa yang terjadi di Palestina dan apa yang terjadi di belahan dunia Arab dan Islam, baik apa yang terjadi karena ulah perang Amerika dan Barat seperti di Iraq dan Afghanistan, atau apa yang terjadi karena berbagai intrik perang saudara, seperti yang terjadi di Sudan, Somalia, Yaman, Pakistan dan lain-lainnya, atau apa yang terjadi oleh karena adanya konspirasi dengan menebar fitnah seperti di Iran, atau apa yang telah dicapai untuk melakukan penahanan dan perdiskreditan warga Arab dan umat Islam dan para penyeru kebaikan dan reformasi di Mesir, Tunisia dan yang lainnya, atau apa yang terjadi dari berbgai tindakan pemalsuan keinginan umat, kecurangan pemilu yang terjadi dimana-mana; sehingga tidak mampu diterima oleh orang-orang yang tulus akan permasalahannya, dan para pelindung dan penjaga kehormatan dan tempat-tempat sucinya, atau juga terhadap apa yang terjadi penghancuran nilai-nilai, akhlak, peradaban dan eksistensi umat, dan adanya pemaksaan kehendak untuk mengekor pada nilai-nilai, perilaku permisif barat di tengah masyarakat Islam, yang semua itu tampak sempurna terjadi oleh kerja proyek zionis Amerika.

Proyek zionis ancaman bagi seluruh dunia

Para cendekiawan dn tokoh di dunia ini sadar bahwa proyek zionis merupakan proyek rasial dan imperialis, dan apa yang dilakukan mereka dari berbagai tindak kejahatan setiap harinya di Palestina merupakan aib bagi kemanuisaan dan merupakan penistaan terhadap berbagai perjanjian dan nilai-nilai kemanusiaan, bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh dunia, dan bahwasanya eksisnya rezim rasial yang tidak mengenal bahasa lain kecuali membunuh dan merusak merupakan ancam bagi keamanan dan kedamaian dunia; karena itu, orang-orang yang cinta kemerdekaan di dunia ini dituntut untuk berdiri dalam satu barisan guna melawan para penumpah dan penghisap darah yang telah memotori berdirinya entitas penjajah dan perampas ini, dituntut untuk membela warga Palestina, membantu menyelamatkan bangsa Palestina yang terzhalimi, dituntut untuk melintasi berbagai arah sehingga dapat mengambil sikap yang tegas dalam menetapkan hak, menyebarkan keadilan, kebebasan dan kemanusiaan di seluruh negeri, dan bangsa Barat hendaknya menampakkan perannya dalam menekan pemerintah Barat; untuk bersama-sama menghentikan dukungannya kepada entitas zionis yang telah banyak menebar permusuhan, kezhaliman dan kelalimannya, dan keangkuhannya yang selalu menisbatkan entitasnya sebagai bagian yang berada diatas undang-undang.

Tahiyah dan raja (selamat dan harapan)

Kami menyadari bahwa banyak dari orang-orang merdeka dan tokoh di dunia Barat memahami akan kondisi ini, dan banyak dari mereka memiliki peran yang sangat besar dan usaha yang gigih dalam mengumpulkan fakta dan realita guna menuntut tindakan entitas zionis yang zhalim terhadap warga Gaza yang sabar dan tegar, dan kami memberikan selamat kepada seluruh lembaga dan personal yang telah bergerak dan berjuang untuk membela kebenaran, dan kami menyeru kepada mereka semua untuk tetap tabah dan tegar atas prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia, tidak berputus asa atau merasa gagal terhadap apa yang telah dicapai atau belum tercapai dari usaha menggagalkan rencana zionis Amerika terhadap bangsa Arab dan Palestina; sedangkan mereka yang loyal kepada Zionis -pada hakikatnya- tidak mewakili umat, namun mewakili diri mereka sendiri dan lembaga-lembaga serta kursi yang berusaha mereka pertahankan dan mendapatkan upah darinya; guna memberikan sikap dan keputusan yang tidak memberikan kebaikan bagi umat dan bangsa mereka.

Adapun bangsa Palestina yang percaya dengan problematika mereka, ikhlas dan tulus bersama bangsa dan umatnya; maka mereka akan selalu bersama dengan seluruh bangsa Arab dan Islam, menghargai usaha yang telah dikorbankan oleh para tokoh dan pejuang kebenaran guna menolak kezhaliman, mempertahankan kebenaran dan melawan permusuhan.

Dan kami yakin bahwa kemenangan pada akhirnya akan berpihak pada kebenaran, keadilan dan cahaya, seperti yang dijanjikan Allah SWT:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. (Ghafir:51)

Allah Akbar walillahilhamdu…

Dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabatnya…

Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
Baca Selengkapnya...

Thursday, October 15, 2009

Ulama Palestina: Persatuan Umat Islam Jalan Satu-satunya Untuk Kemerdekaan Kota Suci dan Masjid Al-Aqsha

Ikhwanonline.com

Syeikh Yusuf Jum’ah Salamah, salah seorang ulama masjid Al-Aqsha al-mubarak menegaskan bahwa persatuan bangsa Arab dan Umat Islam serta menghilangkan pertikaian dan perpecahan yang terjadi di dalamnya adalah jalan satu-satunya untuk mengembalikan kota-kota suci, memerdekakannya dan membersihkannya dari najis Yahudi para pelaku kerusakan, terutama masjid Al-Aqsha yang suci.

Dalam konferensi yang diselenggarakan di kantor persatuan wartawan Mesir hari ini beliau meminta kepada para ulama umat Islam untuk menjelaskan hakikat pertikaian dan perseteruan yang sebenarnya antara Arab dan Zionis, bahwa hal tersebut merupakan perang agama bukan perang politik belaka, dan memberikan peringatan bahwa rencana dan konspirasi busuk Zionis hampir mencapai kesempurnaan untuk meyahudikan Al-Quds, yang mana pada akhir konsensusnya adalah dikeluarkannya keputusan tentang rencana penghancuran 55 rumah yang terdapat di camp pengungsian “Sya’fath”.

Dan beliau juga menegaskan bahwa entitas Zionis, dalam rencana ini menargetkan pengokohan posisinya atas kota al-muqaddasah (kota yang suci) dan menerapkan shibghah Zionisme atasnya serta menghilangkan berbagai unsur dan simbol Arab, Islam dan Nasrani di dalamnya. Dan pada sisi lain beliau juga mengingatkan bahwa Umat Islam pada hakikatnya memiliki banyak pilar dan unsur untuk menggapai kemenangan; ekonomi yang kuat, ide yang brilliant dan tangan yang aktif bekerja, namun yang kurang dari mereka adalah persatuan.

Syeikh salamah juga mengatakan bahwa apa yang terjadi di Al-Quds saat ini bukan hal yang baru, namun merupakan bagian dari rentetan rencana Zionis yang diawali sejak bercokolnya Yahudi di kota yang suci ini setelah perang dan agresi tahun 1967, dan yang pertama kali di lakukan Zionis saat itu adalah mendirikan tembok yang mereka namakan dengan “Tembok Ratapan” padahal konsensusnya bertolak belakang dengan yang dikeluarkan oleh negara-negara anggota PBB tahun 1931 bahwa tembok kilat bagian yang tidak dipisahkan dari masjid Al-Aqsha yang dimiliki ikatan secara khusus oleh umat Islam dan bukan milik Yahudi.

Beliau juga memuji atas sumbangan dan bantuan bangsa-bangsa di dunia, Arab dan Islam terhadap Al-Quds dan Gaza, namun beliau tetap meminta bantuan lebih dengan melakukan usaha untuk menolong dan berjuang bersama warga Palestina di Al-Quds dan mendirikan hubungan baik dengan mereka di berbagai sektor; bisnis, rekonstruksi, membangun rumah sakit dan melengkapinya dengan peralatan dan perangkat yang memadai.

Adapun tentang pengaruh arah pemerintah Zionis di masa yang akan datang tentang rencana meyahudikan al-Quds, beliau berkata: “Usaha penggalian dan penghancuran pada pondasi-pondasi Masjid Al-Aqsha bukan ide pemerintah sayap kanan saja, namun itu semua merupakan strategi Zionis yang telah disepakati bersama oleh seluruh partai sekalipun masih terjadi perbedaan pendapat, dan setiap mereka melakukan perannya sesuai dengan waktu dan kemampuan”. Beliau juga menegaskan bahwa file penggalian tidak berada di tangan pemerintah namun terdapat pada tangan-tangan lembaga-lembaga ekstrim yang berusaha melakukan konspirasi pecah belah Faksi-faksi Palestina, diiringi dengan masa bodohnya bangsa Arab dan diamnya warga internasional sehingga memuluskan berbagai rencananya.

Salamah juga menekankan bahwa masjid Al-Aqsha dan kota suci bukan milik bangsa Palestina saja, namun merupakan milik umat Islam di seluruh dunia, sambil berkata: “Wahai saudara kami tercinta, Palestina adalah milik umat Islam, dan barangsiapa yang merasa memiliki sesuatu maka hendaknya ia menjaga dan mempertahankannya”.

Beliau juga menjelaskan bahwa hubungan umat Islam dengan masjid Al-Aqsha dalah hubungan keyakinan dan aqidah; karena perjalanan yang dilakukan oleh nabi saw pada rihlah Isra dan mi’raj merupakan mukjizat yang juga merupakan bagian dari aqidah dan keyakinan, begitu pula bahwa masjid al-Aqsha menjadi saksi akan perhelatan akbar konferensi tingkat tinggi para nabi dan rasul pada malam isra dan mi’raj, dan nabi pada saat itu menjadi imam, seperti yang diingatkan oleh nabi saw:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِيْنَ عَلىَ الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مََنْ خَذَلَهُمْ. قِيْلَ: أَيْنَ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ

“Umatku akan terus berada dalam kebenaran dan tegas berpegang teguh padanya tidak takut terhadap orang yang melecehkan dan menghinakannya. Dikatakan: di manakah mereka wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “di Baitul Maqdis dan di punggung Baitul Maqdis”.

Syeikh Salamah juga menegaskan bahwa bangsa Palestina masih tetap berpegang teguh dengan agama mereka, mempertahankan aqidah dan keyakinan mereka serta setia dengan bumi dan tanah air mereka, dan mereka tidak akan meninggalkan bumi Palestina sejengkal pun walau harus mati syahid karenanya.

Syeikh Salamah mengecam pelecehan yang ditayangkan oleh stasiun televisi Zionis terhadap nabi Isa As dan ibunya Maryam, dan menegaskan bahwa aqidah Islam sangat menghormati para pemuka agama, dan barangsiapa yang memusuhi salah satu nabi dan rasul maka pada hakikatnya telah memusuhi nabi Muhammad saw.

Baca Selengkapnya...

Al-Quds dan Al-Aqsha… dan Konspirasi Yang Gagal

Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif

Konspirasi atas bumi Palestina dan Masjid Al-Aqsha masih terus berlanjut

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Bahwa babak konspirasi atas Arab dan umat Islam sangatlah besar, terutama atas bumi Palestina yang masih terus terjadi dan saat mulai terkuak kejahatannya, mulai terseingkap para pelaku dan peragu di dalamnya hari demi hari, dan diantara akhir yang tersingkap adalah adanya usaha pengkhianatan yang dilakukan melalui jalur pemerintahan –yang semestinya merupakan represntasi bangsa Palestina- dengan menarik atau menunda dialog dan pembicaraan atas keputusan hakim “Richard Goldstone”; tentang kejahatan perang yang dilakukan oleh Zionis terhadap warga Palestina di Gaza, di bawah pendengaran dan penglihatan dunia; untuk mengabaikan pemerintah –yang seharusnya adalah untuk Palestina- usaha yang terus menerus bagi ratusan lembaga dan yayasan serta ribuan para pembela hak-hak orang-orang yang mulia dari berbagai penjuru dunia, yang menanggung beban berat untuk menyiapkan tuntutan terhadap zionis, dan ketika mereka berhasil meraih perasaan dan mendapatkan dukungan secara mayoritas dari dewan Hak Asasi Manusia untuk keabsahan keputusan, dan berusaha menghadapi dan melawan tekanan zionis Amerika, sehingga dapat direalisasikan hukuman terhadap penjahat perang pada dua sisi busur atau paling sedikit dari salah satunya. Jadi kaitannya dengan pemerintah –yang sejatinya adalah representasi warga Palestina- melakukan apa yang menjadi kegagalan Amerika dan Zionis di dalamnya, lalu menyelamatkan para pelaku kejahatan dari para penjahat dan zionis, dan kembali membantai bangsa Palestina dengan tuntutan yang menjijikan ini; sebagai perkara yang mendorong ketua dewan mengangkat hakikat “Goldstone” ini hingga menangis saat mengetahui pengajuan dari Palestina ini, dan tidak memahami akan usahanya secara konstitusi, manusiawi dan global seperti yang dilakukan oleh dewan dan dipimpin olehnya lalu pergi dalam bentuk seperti itu.

Jika permasalahan ini mampu membuat iba dan menangis Sek-Jend Liga Arab, bagaimana kondisinya para pemuka yang sepanjang malam hingga siang dalam mengumpulkan bukti-bukti kongkret terhadap para penjahat dan memobilisasi dukungan internasional terhadap permasalahan secara seimbang, dan bagaimana perasaan orang-orang yang menjadi korban dari warga Palestina di Gaza?! Tidaklah cukup meringankan penderitaan akan pengkhianatan dan tuduhan kepala pemerintahan dalam pembentukan dewan peneliti untuk menyingkap buramnya permasalahan, khususnya setelah dari kalangan petinggi pemerintahan mengumumkan akan tanggungjawab Mahmud Abbas secara personal dan tanggungjawab pemerintahannya atas kesalahan fatal terhadap hak para syuhada dan bangsa Palestina.

Pemerintahan (Rezim) Arab dan Islam ikut serta dalam permainan

Perlu diingat bahwa Negara-negara Arab dan Islam merupakan anggota dalam dewan hak Asasi Manusia namun tidak mau menyetujui akan tuntutan pengkhiantan permasalahan Palestina, dan berusaha dalam membatalkan keputusan kepada PBB dan Dewan Keamanan serta Pengadilan Internasional, bukan karena ragu akan makalah yang buruk tersebut: “Kami tidak akan menjadi orang Palestina melebihi warga Palestina”; mereka menyadari bahwa pemerintahan ini bukanlah sebagai pemeran sesungguhnya untuk bangsa Palestina dan permasalahan yang dihadapinya, dan bahwasanya mayoritas bangsa Palestina dan bangsa Arab serta umat Islam masih menunggu dengan sabar untuk mengajukan para penjahat perang zionis ke meja pengadilan internasional, dan menerima ganjaran yang setimpal.

Dampak negative akan penghkhianata dan penyerangan masjid Al-Aqsha

Sebagaimana biasa bahwa zionis tidak akan pernah membuang waktu dan kesempatan, secepat kilat memberikan investasi, dan mengumpulkan beberapa kelompok dari para ekstrimis untuk melakukan penghancuran masjid Al-Aqsha, dibawah penjagaan dan perlindungan zionis yang telah menguasai kekalahan pemerintah, yang menjadikan inti kewajibannya adalah mengusir para pejuang perlawanan dan merampas senjata mereka, menyerang dan membunuh para mujahidin, menangkap warga lalu menyiksa mereka, memberikan informasi dan pelayanan rahasia kepada zionis para penjahat, melindungi tentara penjajah dan para perampas, menutup berbagai LSM dan yayasan sosial, menghalang-halangi kerja dewan konstitusi, menggagalkan berbagai usaha perdamaian dan kesepakatan dengan HAMAS dan faksi-faksi perlawanan Negara dan Islam… semua itu bergerak untuk zionis dengan berbagai sebab dan bersegera melakukan usaha proyek zionis menghancurkan Al-Aqsha dan mendirikan haikal yang mereka inginkan di tempatnya.

Dimanakah pemerintahan Negara dalam melindungi Al-Aqsha?!

Sedikitpun dari kelompok zionis tidak mendapatkan rintangan dan hambatan dari perbuatannya kecuali dari mereka yang beriman dan tetap berpegang teguh dan tegar pada keyakinannya, yang siap memberikan walau dengan telanjang dada diterjang peluru zionis yang kejim, yang berani maju menjadi teladan dan contoh yang fenomenal dalam berpegang teguh dengan hak untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan, yaitu pada saat pemerintah Arab dan Islam memberikan sikap yang negative dan diam, dan bahkan menjadi bagian dari konspirasi bersama musuh zionis.

Pada hakikatnya, pemerintah Arab secara resmi dituntut untuk membela dan menolong permasalahan yang dihadapi oleh masjid Al-Aqsha dan Palestina, guna menarik kembali inisiatif Arab untuk berdamai secara penuh, dan berhenti secara total akan berbagai bentuk ketundukan dan penyerahan diri, mendukung persatuan Arab dan Islam, memfungsikan kembali hubungan dengan berbagai Negara; guna menekan entitas zionis penjajah, memberikan kesempatan kepada bangsa Arab dan Islam untuk mengungkapakan dukungannya kepada para pejuang yang tegar, mendukung jihad para pejuang Palestina secara materi, maknawi, media dan militer, meneguhkan kekuatannya, mempermudah komunikasi resminya dengan berbagai bangsa untuknya; sehingga mereka tidak berjalan sendirian di medan pertempuran, khususnya setelah meraih prestasi menakjubkan dan nyata, yang mampu menghentikan seluruh gambaran pembantaian dan permusuhan terhadap para tokoh dari anak bangsa yang membela ikhwan mereka di Palestina dan Gaza. Dan sungguh sangat jelas bagi semua pihak bahwa hak-hak disana tidak dapat dimiliki dan bebas, kecuali membutuhkan adanya pertumpahan darah dan pengorbanan terlebih dahulu, karena itu sang aggressor zionis dan kekuatan internasional tidak akan mampu menghadapinya walaupun memiliki perangkat kekuatannya, sementara bangsa Palestina tetap teguh untuk mengambil kembali hak-haknya, dan apa yang dilakukan oleh HAMAS akhir-akhir ini merupakan tindakan kongkret dan nyata serta sangat populis akan permasalahan tersebut; dimana HAMAS mampu membebaskan 20 tawanan wanita berbanding dengan kaset video tentang kondisi tentara zionis yang tertawan, yang mana sebelumnya sepakat akan dibebaskan 1000 tawanan dari petinggi pemerintahan sebanding dengan dibebaskannya tentara zioniz… apakah para pemimpin sadar akan pelajaran yang agung ini?!

Tiba saatnya peranan umat

Jika rezim pemerintah telah terbiasa dalam mengabaikan permasalahan umat yang besar ini, khususnya permasalahan masjid Al-Aqsha dan bumi Palestina; namun hal tersebut tidak akan memberikan alasan bagi seluruh anak bangsa untuk berlepas diri untuk meninggalkan kewajiban ini, bahkan kewajiban ini menjadi berlipat ganda atas setiap anak bangsa untuk melakukan tekanan kepada pemerintah agar dapat menentukan sikap yang sesuai dengan kemuliaan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha, dan bangsa juga harus bersatu untuk dapat mempertahankan kemuliaan tempat-tempat sucinya dan kesucian agamanya, dan membelanya untuk kemuliaan bangsa yang mujahid di Al-Quds dan Palestina.

Kita memiliki para mujahid yang begitu tegar dan teguh bertahan dalam menjaga dan melindungi masjid Al-Aqsha, mereka adalah sebagai teladan dan contoh yang baik untuk kita semua, dengan ketegarannya mereka mampu menghadang dan melawan berbagai serangan yang bertubi-tubi, karena itu mereka saat ini sangat membutuhkan dukungan secara materi dan maknawi, memberikan bantuan kepada keluarga dan kerabat mereka, membuat kotak pendanaan (infaq) dalam lingkup Negara Arab dan Islam baik pemerintah maupun swasta; guna mendukung mereka agar tetap tegar berada di bumi Palestina.

Berikut ini peran umat yang harus dilakukan, sekalipun harus menanggung beberapa pengorbanan, diantaranya:

• Saya menyeru kepada para cendekiawan dan tokoh bangsa… untuk bekerja memberikan dukungan terhadap masalah ini dan berusaha menyebarkan dan mensosialisasikannya melalui pemberian pelajaran ilmiah dan historis yang sebenarnya, dengan berbagai bahasa, dan menggunakan berbagai macam media masa serta membentuk opini umum terpengaruh, menyingkap rencana jahat zionis, mengadakan berbagai symposium, muktamar, dialog, diskusi dan pertemuan ilmiah; untuk menegaskan akan eksistensi Al-Quds dan posisinya; baik Arabnya dan Islamnya, berijtihad dalam membentuk opini Barat dan dunia internasional untuk membela hak warga Palestina Arab dan Islam, khususnya keberadaan Al-Quds sebagai ibukota peradaban Arab pada tahun ini.

• Saya menyeru kepada seluruh ulama dan pemuka Al-Azhar… dan seluruh lembaga kajian ilmiah dan fiqhiyahnya serta dewan fatwa dan persatuan ulamanya; untuk melakukan dan menunaikan peran dan tugasnya dalam menghidupkan ruh Islam di tengah umat, mengeluarkan dan memperbaharui fatwa syar’iyahnya yang menuntut umat dan pemerintah serta rakyatnya untuk bergerak dan bekerja menyelamatkan masjid Al-Aqsha, membantu dan mendukung bangsa yang tegar di dalamnya dan disekitarnya; dengan menjadikan sebagai tindakan yang wajib secara agama, syariat dan akhlak, dan secara terus menerus memberikan arahan kepada umat akan hakikat perseteruan yang terjadi disekitar Al-Quds dan peran umat Islam dalam melindungi masjid Al-Aqsha.

• Saya menyeru kepada seluruh umat… untuk mulai membebaskan jiwa dan hati dari rasa takut, pengecut dan hina, memperbaiki kembali perasaan tawakkal kepada Allah, tsiqah akan pembelaan-Nya, dukungan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman, bergerak dalam rangka mewujudkan proyek kotak infak untuk Al-Aqsha dan optimalisasinya; dengan menggerakkan seluruh lembaga dan yayasan, keluarga dan individu di tengah umat, melakukan boikot secara nyata terhadap berbagai barang yang diproduksi oleh perusahaan dan negera yang mendukung entitas penjajah zionis, menghadapkan diri dengan ikhlas kepada Allah dan berdoa kepada-Nya setelah menunaikan shalat wajib dan di waktu sahur; sehingga Allah berkenan menurunkan dukungan dan kemenangan atas warga dan mujahidin Palestina, dan berkenan pula menolak dan menggagalkan tipu daya dan muslihat aggressor zionis.

Berita gembira kemenangan telah dekat.

Wahai para pemuka, para tokoh di seluruh negeri Arab dan Islam…

Jadikanlah kalian orang yang yakin bahwa Al-Haq adalah perkara yang telah diputuskan sebagai bagian akhir dari berbagai episode peperangan. Allah berfirman:

كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ

“Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi”. (Ar-Ra’d:17)

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ

“Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap”. (Al-Anbiya:18)

Bahwasanya berbagai konspirasi jahat akan kembali kepada pelakunya itu sendiri. Allah berfirman:

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri”. (Fathir:34)

Dan bahwasanya penjajahan pasti akan sirna dan hancur. Allah berfirman:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (Al-Isra:81)

Dan pada saat kehendak umat telah merdeka dan mau menunaikan kewajibannya, menanggung tugas risalahanya dan melaksanakan perannya; maka ketahuilah bahwa kemenangan Allah sudah dekat. Allah berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“ Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:40) Dan kita telah menyaksikan perang Oktober tahun 1973; ketika umat kembali dari kondisi pahitnya, kekalahannya yang mengenaskan hingga naiknya syiar Islam, diperbaikinya akidah perang bagi setiap prajurit, sehingga kemenanganpun niscaya akan datang dibawah bendera “Allah Akbar”, sekiranya pemerintah Mesir dan Arab memberikan investasi terbaiknya untuk kemenangan ini maka kondisi umat saat ini tidak seperti ini, dan permasalahannya pun tidak permasalahan yang terjadi, namun akan tercapai seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآَخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ

“Dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu”. (Ali Imran:152)

Bahwa spirit oktober patut dihembuskan kepada umat terutama para pemudanya sehingga dapat dijadikan inspirasi untuk mengembalikannya pada kemenangan, dan mengembalikan kemenangan kepadanya, dan sungguh Allah Maha Perkasa akan hal tersebut, dan saya memohon kepada Allah kita disatukan dalam masjid Al-Aqsha yang merdeka dalam waktu dekat, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah Akbar dan segala puji hanya milik Allah..

Shalawat dan salam atas baginda nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

Baca Selengkapnya...

Tuesday, October 13, 2009

Amerika Tolak Dukung Rekonsiliasi Hamas-Fatah

KNRP - Surat kabar terbitan Israel Ha'aretz pada Selasa (13/10) hari ini melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengirim pesan ke Mesir, yang intinya AS tidak mendukung kesepakatan rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, karena hal itu akan merusak perundingan dengan Israel. Demikian seperti disitat maannews.


Utusan khusus AS untuk kawasan Timur Tengah, George Mitchell, pada Sabtu lalu bertemu dengan Kepala Intelijen Mesir, Omar Suleiman, dan Mitchell mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mendukung perjanjian yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pihak Kuartet.


Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Ha'aretz, Mitchell menjelaskan kepada pejabat Mesir pada hari Sabtu itu bahwa Amerika Serikat mengharapkan terbentuknya pemerintah Palestina baru yang mematuhi syarat-syarat Kuartet, yang mau mengakui keberadaan negara Israel, mengakui perjanjian-perjanjian masa lalu dan menolak apa yang disebutnya tindakan terorisme.


Mitchell juga mengatakan, bahwa aspek-aspek tertentu dari perjanjian rekonsiliasi itu waktunya tidak tepat, demikian juga hal itu akan melemahkan dimulainya kembali perundingan antara Israel dan Palestina.


Seorang pejabat di pemerintah AS mengatakan, Amerika Serikat akan terus menentang aspek-aspek dari perjanjian rekonsiliasi itu setiap saat, dan bahwa pandangan Amerika telah dibuat jelas kepada Mesir beberapa kali.


Untuk diketahui, persetujuan rekonsiliasi yang disusun oleh Mesir itu merupakan usulan faksi-faksi Palestina, yang diharapkan akan ditandatangani pada 20 Okotber mendatang, dan peresmian perjanjian itu akan ditunda setelah Idul Adha.


Sementara itu, Otoritas Palestina pimpinan ABbas telah menerima salinan rancangan perjanjian itu pada Ahad malam, dan Otoritas menilai positif atas rancangan itu.(milyas/maannews)

Sumber : http://www.knrp.or.id
Baca Selengkapnya...

Wednesday, October 7, 2009

Tahanan Wanita Palestina: “Kami Tak Akan Pernah Jera Melawan Israel

KNRP – Tahanan wanita Palestina yang pada Jum’at (2/10) lalu dibebaskan itu terlihat sumringah. Tak satu kata pun rasa penyelasan meluncur dari apa yang telah mereka tanggung akibat dari melawan Israel sehingga mereka dijebloskan ke penjara. “Perlawanan itu yang menyebabkan kami masuk penjara. Tapi juga perlawanan itu juga yang telah memaksa penjajah untuk membebaskan kami,” ujar mereka seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (3/10).

Salah seorang tahanan wanita itu, Lanan Abu Gulmah, yang sudah menghabiskan 5 tahun di balik jeruji, saat ditanyai apakah menyesal telah melawan Israel, ia menjawab, “Selamanya tidak akan dan tak akan pernah jera. Kami bangsa Palestina tidak ada jalan lagi kecuali perlawanan,” ujar dia menegaskan.

Lana sendiri ditangkap di pos pemeriksaan Israel di selatan Nablus, Tepi Barat, pada September 2004 lalu karena ia dicurigai akan meledakkan diri sebagai aksi balasan atas penangkapan suaminya yang juga seorang akfitis Front Kebangsaan, Amjad Malitat.

Dikatakan Lana bahwa dirinya mengalami penyiksaan selama 20 hari berturut-turut sehingga dirinya tidak bisa tidur dan beristirahat. Namun siksaan itu malah membuatnya semakin mencintai tanah air dan masalah Palestina.

Tahanan lainnya, Hayam Bayed dari Ramallah yang ditahan lebih dari 35 bulan atas tuduhan keterlibatannya dengan Jihad Islam, menegaskan bahwa perlawanan merupakan pilihan, khususnya dalam masalah pembebasan tahanan Palestina yang jumlahnya 8.500 orang.

Sementara Menteri Urusan Tahanan Palestina Isa Qaraqa’ mengungkapkan optimimismenya ihwal masa depan pertukaran tahanan dengan penjajah Israel. Qaraqa’ seorang pejabat yang berada di bawah Otoritas Palestina itu merasa gembira atas adanya pembebasan 20 tahanan wanita Palestina, meski yang berada di balik pembebasan itu Hamas. Ia menegaskan, masalah tahanan adalah masalah bersama bangsa Palestina, bukan masalah yang terbatas pada faksi tertentu.

Tanggapan lainnya lagi dari anggota parlemen Palestina, Khaled Jarrar, yang berpendapat bahwa yang terjadi pada Jum’at lalu itu bukan pertukaran yang sesungguhnya, melainkan sebuah langkah permulaan yang berhasil memangkas syarat-syarat yang diajukan Israel, khususnya terkait tahanan yang mendapatkan vonis berat.

Lebih jauh Jarrar meminta faksi-faksi pejuang untuk berpegang teguh dengan syarat-syarat yang diajukannya serta jangan membedakan tahanan berdasarkan asal faksi atau daerah asalnya.(milyas/aljzr)

sumber : http://knrp.or.id
Baca Selengkapnya...

Template by - Abu Syamil