Showing posts with label Risalah Mursyid Am. Show all posts
Showing posts with label Risalah Mursyid Am. Show all posts

Thursday, December 24, 2009

Hijrah dan Pilar-Pilar Kebangkitan Umat


Oleh : DR. Muhammad Mahdi Akif
Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam kepada sebaik-baik ciptaan Allah pemimpin dan teladan seluruh umat manusia, Nabi Muhammad saw dan keluarganya serta para sahabatnya semuanya, setelah itu;

Kita sedang memperingati perjalanan hijrah Nabi saw yang penuh berkah, dan saat ini kita sedang berada dibawah naungannya yang setiap tahunnya selalu kita peringatkan; hal ini menegaskan bahwa hijrah merupakan inspirasi yang tiada habis-habisnya, bekal yang tidak akan pernah berhenti memberikan pelajaran dan ibrah yang selalu kita cari dan kita butuhkan, apalagi pada saat ini kita hidup dalam realita yang penuh dengan kenistaan, terutama yang dialami oleh umat karena kelemahan dan keterbelakangan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa hijrah merupaka titik tolak dan merupakan perubahan besar bagi lahirnya negara Islam dan kebangkitannya; karena itu pada saat kita memperingatinya kita dapat menjadikannya sebagai prinsip-prinsip utama dan poros yang sangat penting sebagaimana yang telah diajarkan oleh Al- Mustafa saw dan dapat dijadikan panduan bagi kehidupan kita semua, dan hijrah juga dapat dijadikan sebagai titik tolak terbesar bagi umat Islam dalam rangka menuju kebangkitan dari keterpurukan yang sedang diderita umat saat ini, karena degnan poros dan prinsip-prinsip itulah mampu membina dan membimbing generasi awal dari para sahabat sebelumnya sehingga mampu meletakkan diatasnya dasar-dasar negara Islam pertama, dan mereka telah memberikan dampak besar pada pembangunan peradaban Islam selama berabad-abad.

Jika kita ingin melakukan kebangkitan yang sebenarnya untuk umat Islam ini, dan mengembalikan kemuliaannya serta posisinya sebagai pemimpin ditengah umat lainnya; maka kita harus banyak mengambil pelajaran dari perjalanan hijrah dan apa yang terdapat di dalamnya dari berbagai prinsip dan langkah-langkahnya, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempelajari prinsip-prinsip ini baik untuk diri sendiri dan realitas kehidupan kita, dan diantara inti dari prinsip-prinsip tersebut adalah:

• Ikhlas yang sempurna kepada Allah,

• Tajarrud yang penuh kepada Allah,

• Merasakan adanya ma’iyyatullah,

• Menjalin hubungan baik dengan Allah,

• Memiliki rasa percaya diri dan yakin akan kemenangan bagi tantara Allah,

• Memliki keinginan yang kuat dan semangat yang tinggi,

• Semangat dalam jihad dan pengorbanan, usaha, kesabaran dan ketekunan,

• Cermat dalam melakukan persiapan, perencanaan, kerja yang baik,

• Merangkum semua hal di atas dengan landasan cinta dan ukhuwah yang tulus, kejujuran, amanah dan kesetiaan serta ikhlas dalam menjalin hubungan antara sesama anggota di semua tingkat.

Generasi terbaik

Sungguh para muhajirin masa awal telah mendapatkan ujiannya namun mereka berhasil dan sama sekali tidak pernah merasa lemah terhadap apa yang menimpa mereka di jalan Allah, bahkan tidak pernah ada diri mereka perasaan kalah dan tunduk, begitupun kaum anshar yang diuji dengan kesetiaan dan pembelaan terhadap kaum muhajirin; akhirnya mereka berhasil dengan gemilang seperti yang dicatat oleh Allah dalam kitab-Nya:

وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

“Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-A’raf:157).

Mereka menganggap kehidupan sebagai kehinaan ketika iman sudah menghujam dalam jiwa mereka, bahkan dunia adalah kecil ketika ingin menggapai kemuliaan pada misi hidup mereka.

Demikianlah gambaran yang nyata yang tampak di dalamnya akan inti berbagai fenomena yang istimewa dari kalangan para muhajirin ..mereka yang telah diusir dari rumah mereka dan dirampas harta mereka, mereka dipaksa untuk keluar dari mereka dengan kejahatan, penganiayaan dan penolakan yang dilakukan oleh kerabat dan keluarga mereka di Mekkah, tidak karena ada kesalahan yang mereka lakukan namun hanya karena mereka beriman kepada Allah .. Mereka meninggalkan rumah dan harta mereka untuk mencari karunia dan ridha Allah, tidak ada tempat untuk belindung kecuali kepada-Nya, dan tidak ada tempat bernaung kecuali naungan-Nya .. namun sekalipun mereka terus dikejar dan diburu, dan jumlah mereka sedikit, mereka tetap berusaha mendukung dan membela Allah dan Rasul-Nya saw

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan ingatlah (hai Para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur”. (Al-Anfal:26)

Merekalah orang-orang yang mengucapkan keimanan dalam lisan mereka, dan mempraktekkannya dalam kerja mereka sementara mereka juga tetap setia kepada Allah karena telah memilih-Nya, dan setia kepada Rasul-Nya kerena telah mengikutinya , serta setia kepada kebenaran, seakan mereka seperti sosok yang menginjakkan kakinya diatas bumi dan disaksikan oleh umat manusia

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ هُمْ الصَّادِقُونَ

“Bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. mereka Itulah orang-orang yang benar”. (Al-Hasyr: 8).

Sebagaimana orang-orang Anshar telah membuktikan kesetiaan dan keimanan mereka, dengan memberikan dan membagikan kepada orang-orang muhajirin harta yang mereka miliki sekalipun mereka hidup miskin dan membutuhkan kepadanya, namun hati mereka lapang siap menerima terhadap setiap orang datang kepadanya, dengan demikian membuktikan hakikat kesatuan dan persatuan yang sebenarna, dari ma’rifah kepada persahabatan, dan dari persahabatan kepada cinta, dan dari cinta kepada itsar, sehingga tidak mengherankan jika Al-Qur’an mencatat sikap yang mulia mereka dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung. (Al-Hasyr: 9).

Demikianlah gambaran yang penuh cahaya dan nyata yang tampak sebagai model yang sangat istimewa dari orang-orang Anshar, kumpulan ini memiliki karakter yang unik, bahkan merambah ke berbagai pelosok.. sekiranya hal tersebut nyata terjadi, mungkin banyak kalangan manusia sebagai contoh mulia seakan seperti khayalan, keimanan telah menjadi rumah, tempat naung dan negeri dalam jiwa mereka, memberikan ketenangan ruh mereka, mengharap pahala dan ketentraman padanya sebagaimana seseorang mendapatkan ketentraman ketika berada di rumahnya.

Demikianlah kaum muhajirin yang diuji akan kekuatan dan keteguhan iman mereka, orang-orang Anshar diuji dalam hal kecintaan yang sempurna dan mereka semua berhasil melewatinya. Semestinay masyarakat mendapatkan ketentraman dengan prinsip-prinsip yang luhur ini dan bahkan mendapatkan kemuliaan derajat dan kehormatan dalam nilai kehidupan setiap insan.

Bahwa Prinsip-prinsip yang dibawa oleh Nabi saw ini telah merasuk ke dalam jiwa para generasi yang setia terhadap apa yang telah mereka ikrarkan, dan jika kita ingin berhasil seperti yang mereka peroleh, maka kita harus mengkuti jejak langkah mereka, berjalan mengikuti jalan mereka, karena mereka telah menjual jiwa mereka kepada Allah, dan mengorbankan diri mereka di jalan Allah

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (At-Taubah: 111)

Antara masa lalu dan masa kini

Lihatlah, bagaimana kerugian yang dialami dunia kita saat ini karena jauh dari mengambil pelajaran hijrah yang mulia seperti yang telah ditampilkan dan diajarkan oleh Rasulullah terutama dalam menanamkan rukun-rukun cinta, itsar dan pilar-pilar ukhuwah di antara anggota masyarakat?, Dan bagaimanakah agama yang mulia dan agung ini harus memiliki tekad yang kuat, kesabaran dan ketabahan?, Dan bagaimanakah negara Islam yang telah menjadikan hijrah sebagai inti kekuatan Negara yang besar diantara umat lainnya dan rujukan bagi negeri dan bangsa di dunia .. maka akan kita dapati bahwa kita sedang mengalami kerugian yang banyak karena telah kehilangan manhaj dari pembawa hidayah yang amin saw, jauh petunjuk dan sirahnya yang mulia. Apa yang dialami umat saat ini?!

* Demikianlah kondisi yang dialami oleh Negara Palestina dengan berbagai Agresi brutal dan pembantaian yang mengerikan dari entitas Zionis yang begitu benci kepada saudara dan keluarga kita di Gaza, dan diiringi dengan kehinaan dan kebancian sikap pemerintah dan penguasa Arab dan Negara-negara Islam untuk mendukung dan membela mereka, belum lagi tidak adanya usaha dan gerak mereka terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh zionis yang mengancam masjid Al-Aqsa yang sedang tertawan, lupa terhadap pelajaran hijrah yang berisi pelajaran besar dalam jihad dan pengorbanan, yang sekiranya kita mau mengamalkan dan mempraktekkannya maka kita akan dapat menggapai kemuliaan dan kebesaran di dunia serta ganjaran yang berlimpah di akhirat, namun penyakit “ al-wahn” telah melanda umat ini sehingga lupa atau pura-pura lupa akan sejarah dan perjalanan hidup nabinya yang penuh dengan kemuliaan.

Bahwa kondisi yang terjadi dan dialami oleh suadara kita tercinta di Gaza sangat membutuhkan pembela dan pendukung yang hakiki yang bertaqwa kepada Allah, mau membela mereka dengan memberikan pertolongan yang hakiki bukan sekedar wacana dan klaim palsu.

* Begitu pula terhadap saudara di Afghanistan .. di Irak .. di Somalia .. di Sudan .. di Yaman .. Dan banyak lagi negara Islam lainnya; Ini adalah suatu kelemahan dan kehinaan yang memilukan dihadapan musuh bebuyutan umat; sehingga menjadikan musibah di tengah umat semakin bertambah dan kuat, dan hal tersebut adalah merupakan istidraj bagi umat agar mau memfungsikan kekuasaan, kemampuan, dan energinya dalam melakukan peperangan internal; sehingga umatpun sibuk dengan dirinya sendiri dan terjadilah pertumpahkan darah oleh tangan mereka sendiri, lalu setelah itu mereka bekerja dengan visi yang sempit dan agenda rancu yang jauh dari memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi umat dan masa depannya.

Sekiranya para penguasa dan pemimpin mau mencontoh dan meneladani apa yang terjadi dalam hijrah seperti ukhuwah, persatuan, ikatan, keterpautan dan keinginan yang besar dalam menghadapi tantangan, bekerja sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menakjubkan dan memposisikan diri pada tempat yang sesuai dengannya; niscaya mereka akan mampu menghindarkan umat dari berbagai peristiwa yang mengenaskan dan mampu menghadapi serangan yang beruntun atasnya.

Dalam pemilihan umum Amerika Serikat dan pemilihan Presiden Obama memberikan pelajaran yang nyata ketika mereka menggantungkan harapan kepadanya dan membawa pidatonya di Universitas Kairo lebih dari yang sewajarnya; namun harapan tersebut sirna karena perhatiannya terhadap hal-hal yang banyak terutama tekanan kepada musuh zionis atas umat Islam tidak menjadi kenyataan, dan kegagalan Bangsa Arab dan umat Islam dalam menuju satu kesatuan dan tekanan terhadap musuh pun kembali terjadi.

Beberapa bulan yang lalu telah menjadi saksi adanya semangat rasisme Barat terhadap semua yang berbau Islam dan jilbab, yang telah mencapai puncaknya adalah pembunuhan atas dasar agama; seperti yang terjadi terhadap peristiwa terbunuhnya seorang wanita farmasi Mesir karena berpegang teguh pada jilbab dan kepatuhannya terhadap ajaran-ajaran agamanya, peristiwa tersebut merupakan korban ketiga sebagai hasil dari referendum Swiss tentang pelarangan izin mendirikan menara-menara masjid di negara tersebut.

Hal ini semakin menegaskan akan tumbuhnya semangat permusuhan dan rasisme terhadap semua hal yang berbau Islam di Barat, unilah yang mengundang kita untuk menghadapinya dengan berpegang terguh pada Islam dan ajaran-ajarannya dan menyeru kepada mereka dengan dan nasihat yang baik, dan pentingnya memberikan gambaran yang sebenarnya kepada Barat tentang citra Islam dengan bentuk keteladanan yang baik, etika dan perilaku yang santun serta praktek-praktek normal lainnya.

Sebagaimana pernah kita saksikan akan peran Turki di wilayah tersebut dan efektivitasnya dalam menyelesaikan sejumlah isu, termasuk: Palestina, Irak dan Suriah, serta Armenia, dengan metode politik yang rasional dan mengadopsi isu-isu dan sikap bangsa Arab dan umat Islam. Muncul dengan jelas sikap Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan pada acara World Economic Forum di Davos setelah bertengkar dengan Presiden entitas Zionis karena serangan Zionis di Gaza.

Dan diantara peristiwa penting yang terjadi pada tahun lalu adalah terus terjadinya keruntuhan ekonomi akibat sistem keuangan berbasis ribawi, stabilitas yang mengalami kegagalan dan adanya pembantaian manusia sehingga menimbulkan banyak korban dan kerugian yang masih terus terjadi karena kegagalan yang konstan sehingga hal tersebut mengundang sebagian penulis Barat untuk mengadopsi prinsip-prinsip syariat Islam, seperti dalam sebuah artikel “Roland Xin” seorang editor surat kabar “Le Journal de Vinnis” dalam sesi pembukaan pada 25/9/2008 dengan Judul: “Apakah sudah waktunya untuk mengadopsi prinsip-prinsip hukum Islam di Wall Street?”; didalamnya dia berkata: “Jika para pemimpin kita ingin sungguh-sungguh membatasi spekulasi keuangan yang menyebabkan krisis, maka tidak ada yang lebih sederhana daripada itu kecuali menerapkan prinsip-prinsip Syariah Islam. “

Demikianlah para pemimpin pemikiran Barat yang menyerukan penerapan prinsip-prinsip Islam setelah kita meninggalkannya, kita telah menghinakan diri karena tidak pernah mau menerapkannya dan mendukungnya, dan lupa bahwa diantara inti dan utama dari perjalanan hijrah adalah Mendirikan negara Islam, memperkuat pilar-pilarnya, membangun perekonomian Islam, dan membangun pasar Islami guna menghadapi pasar Yahudi.

Sebagaimana pemerintah Mesir yang terus menerus- dan sayangnya – tetap menerapkan politik penahanan terhadap warga negaranya, meracik tuduhan palsu terhadap mereka, melemparkan mereka ke penjara-penjara tanpa mempertimbangkan hak-hak konstitusional yang paling mendasar dan hukum negara sekalipun, dan mengabaikan ketentuan-ketentuan peradilan yang berlaku; mengabaikan kebebasan, kehidupan, waktu, tenaga dan harta serta jiwa mereka dengan menolak segala bentuk dan cara untuk mengeluarkan dan memerdekakan mereka.

Bahkan permasalahan ini telah sampai pada pembongkaran fasilitas yang ada untuk melayani rakyat dan harta mereka, dengan mengabaikan kesucian harta tersebut, dengan beranggapan bahwa masyarakat tidak membutuhkan sarana vital dalam rumah sakit, sekolah, dan lain-lainnya, tanpa mempertimbangkan kehormatan seterunya dan tidak mau mengalah demi kemasalahan yang lebih tinggi daripada kepentingan partisan murahan.

Wahai umat Islam….

Jika kita ingin mengembalikan kemuliaan dan kewibawaan Islam serta kejayaannya seperti yang telah diraih pada masa sebelumnya maka sudah seharusnya kita menghiasi diri dengan pilar-pilar yang telah diterapkan oleh al-habib al-mustafa nabi Muahmmad saw, dan mengambil kesempatan pada Tahun Baru hijriah ini dengan lebih banyak bekerja keras dan sungguh-sungguh serta berjuang untuk membela Islam di semua level dan tingkatannya, meningkatkan perbuatan baik, taat dan ibadah kepada Allah SWT, bersegera kembali kepada Allah dan menghiasi diri dengan moral dan prilaku Nabi saw, serta menjadikannya sebagai lampu mercu suar yang dapat menerangi dan menyinari jalan hidup kita semua, sebagaimana kita harus menghijrahkan diri dari berbagai perbuatan dosa dan maksiat, dari ketidakadilan, kezhaliman dan kehinaan diri.

Kita sangat membutuhkan sistem moral Islam yang telah dipancangkan kaidah-kaidahnya oleh Islam yang hanif, dan berbagai peristiwa yang kita laluinya menunjukkan besarnya kebutuhan kita terhadap peradaban manusia terhadap sistem ini; untuk menyelamatkan mereka dari apa yang hadapi, dan membimbing mereka menuju jalan pembebasan dan keselamatan, yaitu jalan Allah yang lurus.

Wahai Ikhwanul Muslimin…

Kalian adalah jantung kehidupan umat ini, kalian adalah hati kehidupan umat, sesuai dengan kesadaran dan kebangkitan kalian maka umat akan bangkit; maka dari itu milikilah perasaan akan besarnya amanah dan tanggung jawab yang dipikulkan pada pundak kalian, dan jadilah orang dicintai sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Tuhan kalian, dan jadikanlah hijrah dan apa yang ada didalamnya sebagai pelajaran dan nasihat, serta jadikanlah apa yang ada dihadapan kalian sebagai teladan, berusaha mengamalkan dan menerapkannya sebagaimana yang telah diterapakn oleh pemimpin dan teladan kita Nabi saw.

Dan ketahuilah bahwa diantara kewajiban utama kalian adalah membangkitkan umat dan berkontribusi pada kinerja yang efektif dalam menunaikan perannya melakukan perbaikan, menerapkan pilar-pilar perbaikan dan kewajiban-kewajiban dalam diri kalian sebelum berdakwah kepada selain kalian, hiasilah jiwa kalian dengan semangat inisiatif dan keberanian dalam berpikir dan bertindak, dan bergantunglah pada perencanaan yang baik dan kerja yang ihsan, pada pembaharuan dan pengemabangan pada program-program dan sarana kalian, dengan mendahulukan perbuatan daripada perkataan, tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan dan hambatan, serta banyak mengambil manfaat dan pelajaran dari berbagai pilar yang sudah disebutkan untuk kalian sebelum yang lainnya.

Berjalanlah wahai Ikhwan dengan membawa berkah Allah, bekerja untuk menegakkan kebenaran, yang harus diarahkan ke hati dan indra kalian serta perbuatan kalian dengan penuh kekuatan

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمْ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Ali Imran:139)

Allah Akbar dan segala puji hanya milik Allah

Baca Selengkapnya...

Friday, December 4, 2009

Pesan Untuk Para Tamu Allah


Risalah dari Muhammad Mahdi Akif,
Mursyid Am Ikhwanul Muslimin

________

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan seluruh sahabatnya.

Wahai saudara kami para hujjaj ke baitullah…

Wahai umat yang sedang khusyu beribadah dan kembali kepada Tuhan mereka…

Wahai mereka yang rela meninggalkan tanah air mereka…

Wahai mereka yang dengan tulus memisahkan diri dari berbagai hiruk pikuk dunia…

Wahai mereka yang sedang memenuhi panggilan Allah…

Wahai Mereka yang sedang menggerakkan jiwa dengan penuh kerinduan dan cinta dalam memenuhi panggilan Allah…

Wahai mereka yang bangkit untuk segera menyambut seruan Allah Pencipta dan Pemimpin mereka dengan mengumandangkan kalimat talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ

“Aku Penuhi panggilan-Mu Ya Allah Aku penuhi, Aku Penuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu Aku Penuhi”.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.. selanjutnya;

Pada saat pelaksanaan konferensi yang paling komprehensif, agung dan mulia di muka bumi ini; kita teringat akan peristiwa pelaksanaan haji wada’ Nabi kita saw berdiri dihadapan umat yang dihadiri lebih dari 100 ribu umat yang telah disatukan oleh Islam dan setelah mereka dipisahkan oleh adanya fanatisme kesukuan; untuk memperingatkan umat akan tipu daya setan yang licik yang terus berupaya mengembalikan ke lingkaran fanatisme dan jahiliyah beliau bersabda:

أَلاَ لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ، أَلاَ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ وَلَكِنَّهُ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَكُمْ

“Janganlah kalian kembali kufur setelah aku, sebagian kalian memukul leher (saling bunuh) sebagian lainnya, ketahuilah bahwa syetan telah putus asa untuk menjadikan orang yang rajin shalat pemujanya, nemun mereka berhasil menabur benih perselisihan di antara kalian”(Musnad Ahmad),

Maksudnya adalah menjadikan tipu daya kepada umat ini menabur benih diantara mereka dengan pertikaian, perselisihan, benci, perang, fitnah dan lain-lainnya.

Dan beliau saw meminta umat yang menghadiri konferensi saat itu untuk menginformasikan dan menyampaikan kepada seluruh umat risalah ini dengan mengatakan:

لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ؛ ‏رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

“Hendaknya yang hadir saat ini menyampaikan kepada yang tidak hadir; betapa banyak orang yang menyampaikan lebih banyak dari orang yang mendengat”. (Shahih Bukhari).

Tentunya umat ini masih merasakan kebahagiaan dengan taujih Nabi yang agung dan mulia ini, sehingga umat berkumpul pada muktamar yang agung setiap tahunnya, secara totalitas menunaikan ibadah dan ikhlas karena Allah, menolak perpecahan, tidak melakukan hal lain pada musim yang suci ini kecuali mengangkat bendera persatuan Islam, tidak menyeru kepada yang lain kecuali seruan pada persatuan yang integral. Saat kondisi yang lekat dengan nilai ruhi (spiritual) ini; mereka khusyu bermunajat, menghiasi diri dengan ketaatan, menghibur diri dengan keimanan ditengah kondisi yang memilukan, setiap Muslim merasakan bahwa dirinya berada di puncak kemuliaan jati diri manusia, mengalahkan kemuliaan malaikat karenanya; karena itulah dosa-dosa diampuni, segala usaha dijadikan kesyukuran, setiap langkah dilakukan yang dilakukan oleh para hujjaj ditulis oleh para malaikat pembawa rahmat sebagai kebaikan, dan dihapus dosa-dosanya, dalam suasana yang penuh kesadaran dan realita yang menakjubkan sehingga memberikan atsar (pengaruh) menjadikan orang yang berhaji baik jiwanya, suci hatinya, bersih kejahatan diri, serta ditambah dengan adanya konvergensi sosial untuk dapat saling mengenal dan memahami nilai-nilai Islami, pertemuan jiwa orang beriman untuk saling cinta dan berkasih sayang dan menumbuhkan spiritualitas di bawah naungan tanah suci, dan di area yang suci. Pada saat menjadi tamu Allah yang Maha Mulia, para hujjaj tidak melakukan apa-apa kecuali hal-hal yang mengarah pada ibadah; karena itu ungkapan mereka hanyalah takbir, lantunan mereka adalah tasbih, seruan mereka adalah talbiyah, doa mereka adalah tahlil, langkah mereka adalah ibadah, kumpul mereka adalah shalat, safar mereka adalah hijrah menuju Tuhan mereka, sebagaimana tujuan mereka adalah menggapai ampunan dari Allah dan ridha-Nya, sehingga tampak dari mereka bak sekumpulan yang orang yang begitu kokoh dan komprehensif serta menakjubkan seakan seperti sebuah kerangka kerja yang konsisten walaupun mereka berbeda ras, bahasa dan bangsa.

Demikianlah gambaran umat Islam yang satu yang ditampilkan dalam perjalanan ibadah haji sebagai konferensi umat Islam tingkat tinggi dan Mulia ini.

Selamat untuk kalian wahai para tamu Allah…

Kabar gembira untuk kalian wahai para penyambut panggilan Al-Khalil; Ibrahim AS, abul anbiya dan Nabi kita Muhammad saw… karena itu Kami menyeru kalian untuk melemparkan berbagai sebab perpecahan, menghindar dari berbagai perselisihan, menolak berbagai usaha, benih atau hasutan, dan meletakkan semua bendera yang mengarah pada propaganda dan syiar selain pada tauhid dan talbiyah, dan kkhusyu’ dalam dzikir dan ketaatan, dan mengisi seluruh waktu (sibuk) untuk menjawab panggilan dan berdoa; Saya mengingatkan kalian untuk menjadikannya sebagai wirid untuk umat ini;

semoga Allah menghentikan darah yang mengalir pada tubuh umat..!!

Semoga Allah menolak berbagai fitnah…!!!

Semoga Allah memberikan kepadanya jalan kebenaran…!!!

Semoga Allah melindunginya dari berbagai tipu daya musuh, kebodohan orang bodoh dan dungu…!!!

Semoga Allah membebaskan mereka dari tangan-tangan kotor dan tidak bertanggungjawab, memerdekakan rumah-rumahnya dari agresi para penjajah…!!!

Semoga Allah menyatukan hati-hati mereka dalam kebaikan dan menolak berbagai kejahatan diantara mereka serta menjadikan mereka berada dalam satu tangan (bersatu) untuk melawan musuh-musuhnya…!!!

Semoga Allah menerima ibadah haji kalian, mengampuni dosa kalian dan dosa-dosa yang kalian mohonkan ampunan untuknya, melindungi kalian dari berbagai bala dan bencana serta fitnah, serta mengembalikan negeri dan bangsa kalian menjadi bagian yang diterima, dikabulkan dan diampuni serta menggapai kebahagiaan.

Allah Maha besar dan segala puji hanya milik Allah.

Salawat dan salam atas Nabi Muhammad saw beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Baca Selengkapnya...

Wednesday, November 25, 2009

Syahadah (Mati Syahid) dan Tadhiyah (Berkorban) dalam Menghadapi Kerusakan dan Zionisme


Risalah DR. Muhammad Mahdi Akif
_________________________
Mursyid Am Ikhwanul Muslimin

Segala puji hanya milik Allah.. kita mohon Ampun kepada-Nya, dan memohon petunjuk dari-Nya, dan kita berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan dan kekerdilan jiwa-jiwa kita dan keburukan perbuatan-perbuatan kita… barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka selamanya tidak akan tersesat dan barangsiapa yang disesatkan maka tidak ada petunjuk baginya.. kita sampaikan salawat dan salam kepada pemimpin kita Muahmmad saw, nabi yang membawa petunjuk dan terpecaya, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya … selanjutnya..

Bahwa setiap orang yang memiliki kesadaran akan selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan keadaan dunia secara seksama, sehingga dirinya mendapati berbagai fenomena ibtila (ujian) yang mengepung umat ini.. terkepung antara dijajah oleh sang perampas yang selalu mengambil kekayaan alamnya dan melanggar kehormatan serta membunuh anak-anak, dan diantara penguasa zhalim dan lalim, yang menguasai berbagai kekayaan dan potensi yang dimiliki umat guna melanggengkan singgasananya, sekalipun harus menggbunakan aparat keamanan dan mengabaikan stabilitas Negara, atau harus mengorbankan kehormatan rakyatnya dan bahkan kehidupan mereka dalam berbagai sisinya…

Hal ini Tidak jauh dari yang dialami oleh Pakistan, Afghanistan, Iraq, Palestina, Lebanon dan Mesir serta negeri lainnya yang merasakan ujian dan mendapatkan sesuatu yang diada-adakan oleh musuh dan bahkan oleh anak negeri sendiri, sebagai salah satu gambaran akan banyak ragam model yang digunakan di dalamnya..

Di Afghanistan, Iraq dan Palestina sedang mengalami penjajahan dan perampasan… yang sebenarnya juga merupakan jenis penjajahan yang dibentuk oleh adanya persekutuan syaitan antara Amerika dan zionis, dan dibelakangnya ada Barat yang tidak pernah lepas dari 3 hal; apakah ikut berkonspirasi dan menjadi pendukung proyek penjajahan, atau bermain bak pemeran seorang pengacara, atau dia sendiri syaitannya namun sebagai syaitan bisu!

Adapun pada sebagian Negara Arab dan Islam tidak jauh berbeda mengalami itu kecuali yang mendapat curahan rahmat dari Tuhannya; karena yang memusuhi dan memerangi adalah bagian lain dari pelaku… ia adalah pemerintah dan penguasa yang rusak dan keji…sehingga umat ini telah menjadi kelompok yang tercerai berai, dimulai dari negeri kita sendiri (Mesir) yang mengalami dan merasakan kezhaliman dan permusuhan terhadap rakyatnya… serta beberapa lembaga internasional yang rusak, merampas kekayaan alamnya untuk diberikan kepada sekelompok kecil dari pemiliknya, hingga pada rezim yang selalu melakukan penyerangan dengan menggunakan bom melalui pesawat perang, melindas tubuh mereka dengan mobil tank, mengusir seperti yang dilakukan oleh para penjajah dan bahkan dalam bentuk yang lebih banyak dan besar kekejian dan kenistaan pada era yang menjunjung tingga hak asasi manusia!!.

Ikhwan sekalian…

Selamanya tidak mungkin kita bisa memisahkan antara dua sisi mata uang, seperti halnya juga kezjlia karena kezhaliman bukan satu bagian dan bahaya adalah bagian lainnya; namun karena keduanya telah menjadi bagian dari persekutuan yang tidak baik (suci) antara pemerintah yang zhalim dan penjajahan yang tiran; karena kaduanya telah membuat agenda yang rinci dengan apa yang dapat dilakukan sebagai kerja sama yang jahat antara kedua belah pihak; pihak Zionis Amerika atau pihak pemerintah yang zhalim dan korup yang dilakukan oleh sebagian anak bangsa…

Karena itulah, ini menjadikan para generasi yang ikhlas dan menjaga jati diri serta sederhana sebagai target dari berbagai arah; diskriminasi, penangkapan dan penghentian sumber rezki, dan bahkan dengan cara pembunuhan seperti yang terjadi di lembah Afghanistan, Pakistan dan Yaman, baik yang dilakukan oleh pasukan bersenjata penjajah yang keji atau pasukan bersenjata Negara tersebut yang seharusnya memberikan pertahanan dan penjagaan terhadap negeri dan anak bangsanya!! Dan kekuatan barat telah berubah menjadi kekuatan yang mampu menundukkan umat Islam hingga pada target yang satu, antara kekuatan arogansi internasional dan kekuatan korup dan kezhaliman pemerintah internal.!!

Kejadian yang memilukan!!

Terjadi peristiwa yang memilukan yang tidak hanya membuat sedih dan miris hati saja terhadap apa yang terjadi pada umat yang pada suatu masa telah menjadi yang besar dan sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia, bahkan telah membuat hati menjadi marah… marah terhadap apa yang terjadi akan berbagai tindakan kriminal dan kejahatan terhadap hak bangsa dan kekayaannya, dan dari keras kepalanya sebagian anak bangsa yang tetap ngotot melanjutkan politik yang tidak memberikan implikasi yang baik kecuali nestapa dan musibah…kita bisa ambil contoh apa yang terjadi di bumi Palestina…sangatlah aneh dan menakjubkan sekali bahwa sebagian umat –pemimpin dan rakyat- percaya bahwa entitas zionis dan Amerika memiliki kesungguhan dan itikad baik terhadap apa yang mereka dengungkan seperti proyek yang mereka namakan dengan “Proses perdamaian di Timur Tengah”!!

Dan bahkan yang lebih membuat terkejut, marah dan pautu diingkari adalah masih saja dari warga Arab dan umat Islam yang percaya dan bahkan sebagian lainnya terus menyampaikan dan menyebarkan isu disetiap harinya secara gamblang “sikap tidak ada keraguan akan niat yang sebenarnya dari Amerika dan zionis terhadap hak-hak kita dan negeri Palestina yang terjajah.

Bahwa pemerintah Amerika saat ini sedang membangun politik atas dasar memberi komentar dan janji saja terhadap Palestina yang rela memilih adanya perundingan dengan musuh, sehingga memberikan peluang kepada entitas zionis merampas bumi Palestina melakukan dengan bebas dan leluasa dan melakukan segala yang diinginkan, baik politik, dukungan, manipulasi dan kecurangan di negeri yang disucikan di seluruh dunia.

Akhir dari sikap dan politik ini adalah seperti yang diumumkan oleh menteri luar negari Amerika, Hillary Clinton dalam kunjungan terakirnya di lokasi (bumi Palestina); yang mana beliau hanyak mengulang dari kebijakan yang lalu dengan menegaskan bahwa pemerintah Amerika terkait dengan permasalahan pemukiman di Tepi Barat yang terjajah, dan bersikap dengan garang mengumumkan tidak ada syarat dan alasan untuk membekukan pemukiman di Tepi Barat yang terjajah, dan apa yang dibuat sendiri dengan sebutan “Perundingan Perdamaian”.

Bahwa tingkat keburukan dan kekotoran menteri luar negeri Amerikan telah mencapai puncaknyapada saat mengumumkan akan dukungannya yang penuh terhadap sikap perdana menteri entitas yang jahat dan keji serta teroris Benyamin Netanyahu; dengan mengatakan bahwa dirinya memiliki hak dari sisi sejarah terhadap sikapnya yang menolak untuk membekukan pelaksanaan perundingan dengan pemerintah Palestian dengan syarat dihentikannya pembangunan dan perluasan penjajahan di Tepi Barat!!

Dan bukan hal yang aneh jika seseorang mengatakan bahwa permasalahan Palestina menjadi saksi nyata akan adanya kemunduran yang pesat sejak Barrack Obama memangku jabatan presiden Amerika, secara angka dan realita apa yang terjadi di bumi Palestina seakan mengatakan bahwa masa pemerintahan Amerika saat ini yang baru berjalan beberapa bulan saja memberikan implikasi yang sangat buruk terhadap warga Palestina; yaitu adanya proses pengusiran besar-besaran dalam sejarah Al-Quds yang terjajah bagi warga Palestina dari rumah-rumah mereka, diiringi dengan kemunduran yang sempurna dalam sikap sampai pada hanya memberikan janji-janji kosong di lokasi tersebut dengan Negara Palestina.

Namun kondisi yang memilukan ini terdapat sisi yang cerah dari permasalahan, seakan sebagai salah satu dari sunnah Allah dan undang-undang Ilahi di muka bumi ini; pada saat terjadi secara nyata bahwa barang gadaian yang dijadikan jaminan oleh sebagian orang kepada Amerika menemui kegagalan, bahwa hal tersebut jika dari sisi Palestina atau yang lainnya terus berlangsung pada metode ini –perundingan yang mandul-, tidak akan terjadi kecuali akan menyingkap realita yang sebenarnya, apakah sebagai korban, pengekor atau diktator yagn kejam yang tidak menginginkan sesuatu kecuali terwujudnya kepentingan pribadi daripada kepentingan bangsa dan permasalahan yang mulia ini.

Sejarah perjalanan menggapai syahadah dan tadhiyah

Wahai umat Islam…

Jika kita lihat kembali arah sisi pandang secara menyeluruh, maka dalam kondisi seperti ini kita akan mendapatkan diri kita dituntut untuk menentukan sikap prioritas… prioritas ini telah dijelaskan dalam berbagai perkembangan yang menetapkan bahwa pasukan perlawanan akan terus berjuang hingga mendapatkan kemenangan atau syahadah di jalan memegang prinsip, agama dan nilai-nilai luhur, yang hingga saat ini menjadi pilihan yang bersih bahkan menjadi satu-satunya pilihan yang nyata dan real serta diterima untuk dilaksanakan dalam menghadapi apa yang terjadi.

Dan apa yang kami sampaikan disini wahai Ikhwan bukanlah hal yang baru dan dibuat-buat; namun umat ini telah menetapkan sepanjang sejarahnya menampakkan kemampuannya untuk berkorban dan menebus dengan jiwa di jalan Allah demi tegaknya agama dan nilai-nilai luhur yang diimaninya… menegaskan bahwa hal tersebut sangat banyak terjadi akan kemampuannya untuk meraih kebebasan dan kemerdekaannya…melakukan perlawanan menghadapi berbagai model penjajahan dan penindasan, sekalipun harus melakukan pengorbanan dan menghadapi berbagai rintangan.

Karena itu dari hulu sungai nil yang besar, Kafr Ad-dawar dan Al-Azhar Syarif merupakan lintasan sejarah hingga mencapai pada para pemilik keteguhan di Palestina dan penjaga kesucian baitul maqdis, melintasi Al-Jazair dengan revolusi kemerdekaannya yang penuh berkah, yang mampu menghadirkan lebih dari satu juta warga yang syahid, Iraq dengan revolusinya yang banyak dan berakhir dengan adanya penjajahan dan penindasan, begitu pula dengan perjuangan rakyat dan bangsa Mesir yang mampu memaksa pasukan Inggris untuk pergi dan hengkang sehingga mendapatkan apa yang kita dakwahkan kepadanya dan berusaha kita teguhkan; hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru atau suatu kewajiban temporer belaka, namun sesungguhnya ia merupakan bagian dari akidah bagi setiap insan muslim, dan merupakan fitrah yang diciptakan oleh Allah atasnya, karena diantara ciri insan beriman adalah tidak ridha dengan kehinaan..

Allah berfirman:

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمْ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kalian merasa hina dan merasa sedih, karena kalian adalah lebih mulia jika kalian beriman”. (Ali Imran:139)

Dan diantara ciri insan muslim adalah membangun hidup yang penuh dengan izzah (kemuliaan) dan memiliki harga diri, jika tidak maka mati lebih baik, lebih mulia dan lebih berharga daripada hidup penuh dengan kehinaan dibawah api penjajahan atau berada diantara kotornya penindasan dan kerusakan, sebagaimana insan muslim yang benar adalah yang tidak rela terhadap berbagai tindak kezhaliman dan selalu mengajak pada keadilan dan hidup merdeka..

Bahkan Allah SWT menjadikan nilai kebebasan dan kemerdekaan bagian fitrah manusia itu sendiri. Allah berfirman:

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?” (Al-Mulk:22)

Dan Allah berfirman dalam surat An-Nahl:

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهُّ لا يَأْتِ بِخَيْرٍ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan Dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja Dia disuruh oleh penanggungnya itu, Dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan Dia berada pula di atas jalan yang lurus?” (An-Nahl:76)

Dan sepanjang sejarah manusia bukan saja sejarah Arab Islam disebutkan bahwa para pejuang dan mujahidin di jalan agama, Negara dan nilai-nilai luhur mereka; mereka selalu dikenang dan diingat oleh bangsa, dan banyak lembaran-lembaran catatan dan nama-nama jalan dan kota menjadi saksi.

Bahwa kemerdekaan dan kehormatan kita tidak akan dapat diraih kecuali dengan melakukan perjuangan yang hakiki, memiliki harga yang besar pada setiap melintasi jalan menuju perbaikan dari berbagai kekuatan; baik dengan waktunya, tenaganya dan kebebasannya… dan tentu tidak akan tercapai pula perjuangan kemerdekaan melawan penjajah dan melawan pemerintah yang rusak dan penindas dengan menggunakan seluruh sarana negara.

Maka hendaklah seluruh umat menyadari bahwa ruh jadid harus terus berjalan dan bergelora di dalam jiwa

Untuk menanamkan cita dan harapan di bumi yang sedang berusaha membebaskan diri dari penjajahan dan penindasan dan membebaskan mereka dari putus asa.

Dan untuk memaparkan syariat al-izzah dalam menghadapi kehancuran dan kehinaan yang mengepung umat akibat pengaruh cerai berai, perpecahan dan pencurian…

Dan mampu untuk melakukan persiapan…Untuk menghadapi musuh penjajah dengan berbagai sarana sehingga mampu membuat gentar, menolak dan menahan dengan berbagai senjata pembebas yang dimiliki para pejuang…

Dan pada saatnya sang penindas dan pelaku kerusakan memiliki sarana untuk menolak dari tipu dayanya, Allah akan menghisabnya oleh karena kelalaiannya, mengingatkan akan usahanya yang telah memenjara warganya.

Dan persiapan kita dalam hal ini bukanlah suatu pembangkangan, bukan tindak kriminal dan permusuhan; karena kemerdekaan suatu Negara dari penjajahan dan penindasan dengan berbagai fenomenanya; tidak dapat tercapai kecuali dengan melakukan perjuangan yang dipandang oleh Ikhwanul Muslimin sebagai satu-satunya jalan untuk melakukan perbaikan dari berbagai penyimpangan yang terjadi, memompa seluruh potensi yang terkubur karena cuek, dan usahanya untuk mewujudkan cita-cita umat, dan tentu tidak akan celaka orang yang berjalan melakukan perjuagan sekalipun dengan susah payah karena setiap suatu kelahiran pasti ada rasa sakit namun dengan itu akan menghilangkan segala penyakit umat.

Karena itu, manakah yang lebih mulia menggapai syahadah dengan melakukan perlawanan terhadap penjajah atau kita diuji dari berbagai tindak kejahatan, kerusakan dan penindasan sementara kita berusaha menghilangkan dari tubuh umat dan bangsa, dengan mengamalkan firman Allah:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ آوَوا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ هُمْ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia”. (Al-Anfal:72)

Ya Allah berikanlah kepada umat ini kemuliaan yang memberikan petunjuk, sehingga didalamnya ada rasa bangga bagi mereka yang menginginkan kemerdekaan, kemuliaan, kebaikan, perjuangan, kesungguhan dan menghinakan di dalamnya bagi setiap orang yang melakukan penjajahan, penindasan, kerusakan, kejahatan, pencurian dan kezhaliman.

Dan akhir dari doa kami adalah bahwa segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam…

Dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya.

Baca Selengkapnya...

Wednesday, October 7, 2009

Risalah dari Mursyid Am Kepada Seluruh Umat Islam Berkaitan Dengan Hadirnya Bulan Ramadhan Yang Penuh Berkah

Risalah dari Mursyid Am Kepada seluruh Umat Islam berkaitan dengan datangnya Bulan Ramadhan yang penuh berkah, 03-09-2009

Mursyid Am memberikan ceramah saat menghadiri acara Ifthar Jama’I ikhwanul Muslimin

Wahai Ikhwanul Muslimin…

Saya sampaikan tahiyah yang membawa berkah dan kebaikan…

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah yang maha Luas ampunan-Nya dan berlimpah kebaikan-Nya, salawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah saw yang mulia dan pembawa rahmat ke seluruh alam, penutup para nabi dan rasul, beserta keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya, selanjutnya…

Sungguhnya saya sangat bergembira sekali dapat memberikan ucapan selamat dengan penuh ketulusan atas hadirnya bulan yang mulia; bulan ramadhan, sebagai bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, memberi petunjuk kepada umat manusia, dimulai dengannya risalah secara umum dan sempurna yang datang dari Allah Tuhan semesta alam untuk seluruh manusia yang berada di berbagai penjuru dan tempat, untuk seluruh umat dan generasi selama kehidupan ini masih terus berjalan.

Sungguh telah berlaku hikmah Allah dan rahmat-Nya yang menyambung antara langit dan bumi, turun wahyu membawa hidayah dan manhaj; guna memberikan kebahagiaan kepada manusia di dunia dan di akhirat…

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ*يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”. (Al-Maidah:15-16)

Karena itu Allah menjadikan bulan ini sebagai bulan diwajibkannya puasa

“diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa” (Al-Baqarah:183)

Shiam (menahan diri) dari berbagai kepentingan hidup dan syahwatnya yang hukum asalnya mubah, terutama dari kemaksiatan dan syahwat yang diharamkan, baik materi ataupun inmateri; sehingga mampu mendidik jiwa, memperkokoh azimah, memperkuat keinginan; guna menjadi muslim yang menjadi tuan atas dirinya sendiri, kemudian menjadi pemimpin dunia, sebagaimana yang diinginkan Allah swt yang selalu disemarakkan dengan kebaikan dan terhindar dari kejahatan, sebagaimana Rasulullah saw juga mensyariatkan qiyam lail; dengan shalat, tahajjud, dzikir, tilawah Qur’an, dan disyariatkannya zakat fitrah, sebagaimana pula Allah muliakan pada bulan ini dengan diturunkan didalamnya Al-Qur’an, guna meninggikan nilai malam yang menjadi awal diturunkannya setinggi-tingginya, menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.. adakah kita menyadari akan pelajaran ini, memuliakan Al-Qur’an setinggi-tingginya dan menjadikan imam untuk kita dan sebagai pemberi pelajaran dan manhajul hayah (Sistem kehidupan), tidak hanya sekedar membaca dan sebagai pembawa berkah belaka.

Wahai ikhwanul muslimin yang dimuliakan Allah…

Sungguh saya sangat bergembira sekali ketika umat Islam sangat antusias melakukan ketaatan, semangat berlomba dalam kebaikan, saya merasakan bahwa antusiasme ini sebagai usaha untuk membersihkan diri atau jiwa selain dosa-dosa besar akan kekeruhan kondisi umat dan krisis dunia yang terjadi.. ketika saya menoleh di sekitar saya, maka saya melihat umat ini –yang sepatutnya sebagai umat terbaik yang dikeluarkan untuk umat manusia, mengajak pada kebaikan dan mencegah akan kemungkaran, dan beriman kepada Allah- saya melihat mereka saling berperang tanpa menggunakan akal dan perasaan, mengalirkan darah di belantara sungai, yang dilakukan oleh para diktator keji dengan menggunakan besi dan api, mengekang kebebasan, menghalalkan yang haram, melakukan kecurangan pemilu, mengisi penjara akan orang-orang yang ikhlas dan memiliki integritas yang baik, menyiksa orang-orang yang tidak berdosa, melecehkan undang-undang, mempermaikan hukum, bersilat lidah, merampas berbagai kekayaan alam, bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan kerusakan, sehingga mayoritas rakyat jatuh ke dalam lingkaran kemiskinan, kebodohan dan pengangguran serta berpenyakitan; bahkan sampai pada tingkat Negara kita –ironi sekali- pada keterbelakangan dan kemunduran, terutama pada sisi kebebasan dan kemerdekaan, penghargaan akan hak asasi manusia, hukum dan undang-undang, berbagai bidang ilmu, universalitas dan kreatifitas, pembangunan dan kesehatan, investasi bahkan hingga pada tingkat kebingunan dalam membuat keputusan dihadapan tangan musuh-musuhnya, menjerumuskannya sekehendak mereka, hanya dengan alasan menjaga stabilitas keamanan, kebangsaan, tempat sucinya, kekayaannya, kemerdekaannya, stabilitasnya dan kemajuannya mereka menghalalkan segala cara.

Hal ini menunjukkan bahwa kita telah kehilangan jati diri, kita tidak menyadari akan hakikat peran dan risalah kita dalam kehidupan ini, sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firman-Nya:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. (Al-Baqarah:143)

Dan firman Allah:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf:108)

Karena itu, dakwah kepada Allah dan menjadi saksi atas seluruh umat dengan lisanul hal (nyata) merupakan ciri akan hakikat Islam dan karakter peradabannya yang mampu melindungi umat manusia hidup berada di bawah naungannya sepanjang masa; dan keduanya merupakan kewajiban dan keharusan untuk mengembalikan umat Islam pada agama yang sebenarnya dan memberi petunjuk pada umat manusia pada jalan kebahagiaan dan kedamaian serta kesejahteraan, karena itu umat manusia pada saat ini sangat membutuhkan Islam.

Kita saat ini hidup dibawah hegemoni peradaban barat yang tegak berdiri dengan bendera penjajahan Negara-negara dan penistaan terhadap bangsa serta merampas berbagai potensi dan kekayaannya, membantai umat manusia dan bangsa serta orang-orang yang ada dimuka bumi ini, membunuh lebih dari 70 juta orang dalam kurun waktu dua kali perang dunia, menggunakan bom nuklir atas negeri Jepang tanpa alasan yang jelas, membunuh jutaan orang di Vietnam, Iraq dan Afganistan, dan pada saat ini masih terasa kekhawatisan dan fitnah di muka bumi ini; untuk memuaskan keinginan materi dan kehendak menguasai dan berkuasa.

Bahwa peradaban ini tampak seperti raksasa yang besar pada sisi kemajuan materi, namun hina dan kecil pada sisi nilai-nilai dan akhlak, karena itu, kehancuran Uni Soviet dan munculnya teori permusuhan Islam serta perseteruan peradaban dan berakhirnya sejarah, dan yang tampil adalah bahwa Islam merupakan target permusuhan mereka dan yang ingin mereka perangi serta menghabisinya demi untuk menyelematkan mereka dari kehancuran negeri dan kegelapan materi dimana mereka hidup di dalamnya.

Mungkin ada banyak orang bertanya-tanya: Apakah Islam memiliki kekuatan untuk menghalangi laju mereka, pada saat kondisi mereka seperti ini. Saya sampaikan dengan penuh keyakinan: bahwa Islam pasti mampu menghadang berbagai rintangan yang keras dan sulit sekalipun, mampu menghadang arus dan mengalahkan musuh yang ada dihadapan mereka, dan niscaya segala urusan akan berakhir berupa kemenangan bagi agama yang dikalahkan; karena apa yang mereka pandang di dalamnya akan berbagai nilai kemuliaan dan kesempurnaan, dan hal ini merupakan titik awal dalam sejarahnya.

Memang kita tidak memiliki bagian yang besar dari kekuatan materi seperti yang mereka miliki; namun kita memiliki risalah Allah untuk semesta alam.. kita memiliki jati diri dan fitrah yang terdapat dalam diri seluruh manusia, kita memiliki iman, nilai-nilai, prinsip dan akhlak yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia.

Wahai umat Islam yang dimuliakan Allah…

Karena itu, janganlah kalian merasa sedih dan merasa hina, karena sesungguhnya kalian adalah yang paling mulia dan paling tinggi sekalipun kalian dalam kondisi lemah dan miskin; dengan syarat kalian memiliki nilai dari apa yang kalian dapatkan, bangga dengannya dan terus bekerja serta menyeru kepadanya.

Bahwa kalian memiliki aqidah kepada Allah yang telah dibawa oleh para rasul…sebagai aqidah paling mulia dari berbagai keyakinan yang dikenal oleh manusia, yang tegak berdiri atas dasar tauhid yang bersih dan murni, tidak dicampuri oleh syirik sedikitpun… Allah yang ada di dalamnya adalah Tuhan pencipta, yang Maha Kuasa dan Maha Pembuat, Maha Pemberi Rizki, Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dialah Allah yang Maha Sempurna dan Maha Agung, pemilik kemuliaan dan keindahan, pemilik kerajaan Tuhan semesta alam, kalian beriman kepada para nabi seluruhnya, tidak membedakan antara mereka seorangpun,; dan menganggap mereka sebagai tingkat kemuliaan manusia dan membersihkan mereka dari kekurangan, kesalahan yang dinisbatkan kepada mereka, dan menjadikan mereka sebagai teladan, panutan dan pimpinan serta cahaya.

Kalian juga beriman kepada seluruh kitab samawiyah, bahwa seluruhnya merupakan satu-satunya cahaya yang memberikan petunjuk pada jalan yang lurus dan jalan Islam, mampu merealisasikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan Al-Qur’an adalah kitab yang membenarkannya dan unggul atasnya, dan merupakan penutup kalimat (ayat-ayat) Allah untuk seluruh alam.

Kalian juga beriman kepada hari qiyamat.. hari dibangkitkannya manusia untuk menghadapa Allah Tuhan semesta alam, diberikan di dalamnya mizan dengan cara yang adil, lalu memberikan ganjaran terhadap apa yang dilakukan oleh seluruh manusia; jika baik maka akan baik pula ganjarannya, dan jika buruk maka akan buruk pula balasannya. Allah berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”. (Al-Anbiya:47)

Kalian juga beriman bahwa sleuruh manusia berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah, tidak ada perbedaan (keutamaan) untuk bangsa Arab dan non Arab, untuk warna putih dan warna hitam kecuali taqwa dan perbuatan baik yang bermanfaat untuk manusia. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13)

Dan Allah SWT adalah Tuhan semesta Alam, bukan Tuhan milik satu kaum tanpa kaum lainnya, atau kabilah tanpa kabilah lainnya, atau kelompok tanpa kelompok lainnya, dan manusia seluruhnya sama seperti gigi-gigi sisir.

Dan Allah juga telah memberikan kemudahan bagi manusia segala apa yang ada di langit dan di bumi..

Allah berfirman:

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya”. (Al-Jatsiyah:13)

Dan memerintahkan untuk menyingkap rahasia-rahasianya, mengekplorasi segala isi yang terkandung di dalamnya, dan memberikannya untuk berkhidmah kepadanya

فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (Al-Mulk:15)

Sebagaimana Allah juga memberikan kemuliaan kepada manusia atas makhluk lainnya

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (Al-Isra:70)

Oleh karena itu, Allah mengharamkan permusuhan (kezhaliman) atas kehidupannya, badannya, kehormatannya, hartanya dan jati dirinya, dan menganggap pembunuhan satu orang seperti membunuh seluruh manusia

أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya”. (Al-Maidah:32)

Dan manusia diciptakan dalam keadaan merdeka “kapan kalian menjadikan manusia sebagai budak padahal mereka dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka”. Oleh karena itu mereka diberikan kebebasan untuk berkeyakinan, beribadah, mengungkapkan pendapat, berkumpul, bekerja dan berpindah-pindah.

Allah juga mewajibkan ibadah sebagai sarana untuk mensucikan jiwa, membersihkan hati, menghidupkan perasaan, meningkatkan jati diri, dan menghubungkan manusia dengan Tuhan semesta alam sehingga perasaannya menjadi meningkat, panca indranya menjadi baik, senang akan kebaikan dalam berbagai perilaku dihadapan manusia, dan ditambah dengan adanya efek positif dari sisi social, ekonomi dan politik, seperti shalat, zakat, puasa dan haji yang merupakan bagian dari 5 rukun Islam setelah dua kalimat syahadat akan bangunan ruhiyah yang agung dan mulia ini.

Sabagaimana Allah juga mewajibkan akan akhlak yang mulia dan menjadinnya sebagai inti dari risalah yang dibawanya.. “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnaka akhlak yang mulia”; karena itulah jujur, amanah, menepati janji, berbuat baik, dermawan, toleransi, pemaaf, lapang dada, berkorban dan berjuang… hingga akhir tentang akhlak mulia; seluruhnya merupakan suatu kewajiban dan memiliki keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan darinya dengan berbagai interaksi yang beragam macam bentuknya.

Sebagaimana Allah juga memberikan syariat yang mengatur berbagai urusan dunia, menentukan hubungan antar manusia, mensyariatkan di dalamnya berbagai hukum yang tetap dalam berbagai urusah yang tidak akan berubah walau zaman dan tempat berubah, dan memberikan kesempatan kepada para mujtahidin untuk mengambil intisari hukum yang sesuai dengan generasi dan zaman mereka dan berdasarkan pada prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan akhlak Islam.

Islam juga mengatur hubungan antara lelaki dan wanita dalam berbagai urusan rumah tangga, memberikan kesamaan antara lelaki dan wanita pada tingkat kemuliaan manusia dan dasar-dasar keluarga atas kesempurnaan antara dua pasang suami-istri, dalam bentuk pemenuhan sendi-sendi kehidupan dan mewujudkan kebahagiaan untuk seluruh anggota keluarga.

Mengatur hubungan antar individu dalam urusan transaksi keuangan; dalam berniaga, jual beli, gadai dan hutang, sewa, pertanian dan investasi, hibah, wakalah dan berbagai perjanjian lainnya.

Begitupun Islam mengatur hubungan antara pemimpin dan bangsa, atas dasar hak bagi setiap individu dalam mengelola jabatan dan yang tidak memiliki jabatan, dan bahwasanya wilayah jabatan tidak akan sempurna kecuali dengan kehendak bangsa (umat adalah sumber kekuasaan) maksudnya adalah dengan melakukan pemilu yang bebas dan bersih, dan hal tersebut merupakan cara dalam meraih jabatan (kepemimpinan), sedangkan pusat perundang-undangan bagi seorang pemimpin adalah perwakilan dari umat atau perwakilan darinya dalam mengeksekusi hukum dan siyasah syar’iah yang legal dan ijtihadiyah yang telah ditetapkan oleh lembaga perundang-undangan, dan yang terakhir disebutkan dapat ditentukan jabatannya melalui pemilu yang bebas dan bersih juga.

Dan Islam menjelaskan bahwa undang-undang berlaku pada seluruh pihak; yang besar dan yang kecil, pemimpin dan yang dipimpin, dan tidak ada kekebalan hukum dihadapan seorang jaksa kecuali perasaannya dan undang-undang yang telah ditetapkan olehnya, dan cukuplah bagi kita hadits nabi saw:

إنما أهلك من كان قبلكم؛ أنهم كانوا إذا سرق فيهم الشريف تركوه، وإذا سرق فيهم الضعيف أقاموا عليه الحد، وأيم الله لو أن فاطمة بنت محمد سرقت لقطعت يدها

“Sungguh kehancuran orang-orang sebelum kalian; bahwa jika diantara orang-orang terpandang mencuri maka hokum ditinggalkan, namun jika yang mencuri adalah orang-orang lemah ditetapkan hukuman atasnya, demi Allah sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri maka pasti akan saya potong tangannya”.

Sebagaimana Islam juga mengharamkan perbuatan nista dan jahat; seperti zina, riba, minuman khamar, narkoba, penipuan, korupsi dan merampas, karena itulah dalam hadits nabi disebutkan:

“Sesungguhnya seseorang terjerumus pada harta Allah tanpa jalan yang dibenarkan maka baginya adalah neraka pada hari kiamat nanti”.

Dalam hadits lainnya disebutkan:

“Hadiah dari para pemimpin adalah perbuatan menyimpang”.

Maksudnya adalah hadiah yang diberikan kepada para pemimpin yang merupakan sebuah pencurian jika mereka mengambilnya untuk mereka sendiri.

Dan seluruhnya ditentukan oleh dasar taqwa kepada Allah dan dilingungi oleh dhamir (perasaan) dan melindungi undang-undang itu sendiri.

Wahai umat Islam yang mulia…

Inilah beberapa karakteristik Islam yang sangat kita butuhkan dan dibutuhkan oleh seluruh dunia saat ini, terutama dalam kondisi yang semrawut ini, bahwa Islam dan karakteristikknya merupakan pondasi untuk melakukan kebangkitan yang sangat besar, perabadan yang maha besar bagi dunia arab dan Islam; jika ia berjalan sesuai dengan garisnya dan mau mengambilnya sebagai landasan hidupnya, komitmen dengan manhajnya, dan umat manusia seluruhnya menikmatinya walaupun memiliki perbedaan keyakinan dan bangsa.

Jadi kita memiliki apa yang bisa kita berikan untuk umat manusia, dan hal tersebut merupakan bahagian yang sangat berharga dari apa yang kita butuhkan dari mereka, seperti perkakas, material dan berbagai sumber daya alam lainnya; karena itu apakah kita akan merupakan terpaku pada apa yang ada dalam pada diri kita sehingga Allah akan merubah diri kita, dan kita akan menjadi syuhada atas manusia seluruhnya dengan benar?!

Kita semua mampu –dengan izin Allah- membuka hati-hati manusia di dunia ini seluruhnya dengan kalimat toyyibah dan dakwah yang murni, serta nasihat yang baik, dialog yang logik dan konstruktif; sehingga kita mampu mengembalikan spirit,ke manusiawian dan nilai-nilai yang lurus kepada peradaban barat, dan diantara karunia Allah adalah bahwa berbagai sarana komunikasi dan informasi tunduk untuk tugas ini, sebagaimana yang telah dianugerahkan Allah dari berbagai kekayaan alam yang diberikan kepada kita sebagai umat Islam yang mengemban risalah ini; karenaitu apakah kita akan mampu membangunnya dan menjadi pemerintah dan bangsa untuk kebahagiaan umat manusia?!

Sungguh saya membuka pintu cita-cita (harapan) akan masalah ini berlandaskan pada manhaj Rasulullah saw yang memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya kelak Islam akan menyebar di seluruh dunia, memberi kabar gembira sekalipun mereka berada dalam ujian yang begitu kerasnya dan dikepung oleh musuh multi bangsa dari berbagai sisi untuk menghancurkan dakwah dan membinasakan keberadaan mereka.

Saya sampaikan ini semua ditengah kondisi yang mengenaskan dan miris yang merasuk dalam hati saya, kepahitan yang menyelemuti jiwa terhadap apa yang terjadi di Negara Mesir; berbagai tindakan kezhaliman, penyiksaan, penangkapan dan tuduhan yang tidak mendasar, membuat takut orang-orang yang ingin ketenangan, penindasan atas semua bangsa, mengabaikan harga diri dalam berbagai sarana dan media, pemalsuan uang dan kekayaan Negara, pengkerdilan hukum, dan saya ingatkan bagi setiap orang yang melakukan itu semua; Sudah tiba saatnya untuk kalian berpuasa (menahan diri) dari melakukan penindasan akan kehormatan, kebebasan, kemerdekaan, harga diri, harta dan jati diri mereka? Bahwa apa yang kalian lakukan adalah menzhalimi diri kalian sendiri sebelum kalian menzhalimi kami, dan kalian melakukan kezhaliman terhadap Negara kalian, bangsa kalian dengan menghalangi berbagai sebab kemajuan dan kebangkitannya, menzhalimi agama kalian dengan menghalangi manusia darinya, padahal hal tersebut sangat dibutuhkan kepadanya, berkhidmah –tanpa berfikir terlebih dahulu- kepada zionis, musuh seluruh umat dalam proyek mereka yang keji untuk menguasai dunia.

Saya sampaikan juga kepada para perampas harta dan kekayaan umat.. telah tiba saatnya bagi kalian untuk bertaubat dari harta yang diharamkan, mengembalikan kepada para orang-orang fakir dan orang-orang yang terhalangi hak-hak mereka; untuk mendapatkan perlindungan sebelum pecah revolusi kelaparan dan orang-orang yang mahrum (miskin), atau sebelum kalian pergi menghadap Allah tanpa membawa dirham dan dinar, kecuali dengan kejahatan dan kepalsuan kalian?

Adapun kalian wahai para penumpah darah umat Islam di Iraq, Afghanistas, Pakistan, Somalia dan Sudan.. telah tiba saatnya untuk menghentikan mengalirnya darah dan menebarkan perdamaian dan kasih sayang, hadirkan perasaan tanggungjawab dihadapan Allah akan bangsa kalian dan akan islam dan peradabannya serta akan umat manusia dan kebutuhannya.

Begitupun kalian wahai para penguasa yang ikut serta dalam mengepung dan memblokade ikhwan kalian yang tegar di Gaza, hanya karena patuh dan taat kepada para durjana yang sombong dan perampas dari Amerika dan zionis… telah tiba saatnya bagi kalian untuk melepaskan tali dari leher ikhwan kalian, memenuhi janji-janji kalian dalam membangun apa yang telah dihancurkan oleh aggressor zionis atas kalian, janganlah kalian merendahkan sikap kalian saat mereka butuh kalian untuk dibela oleh kalian? Sebelum kalian membutuhkan pertolongan atau saksi dihadapan Allah namun kalian tidak mendapatkannya kecuali kehinaan?!

Kalian wahai para pemilik jiwa yang merdeka, mulia dan para mujahid… wahai para pemilik jiwa yang sedang berada di balik jeruji besi… di Mesir, di Palestina, di Iraq dan di berbagai tempat lainnya… karena adanya kezhaliman dan tindak permusuhan, menghalangi kalian bertemu dengan keluarga dan ikhwan kalian pada bulan yang mulia ini, wahai jiwa yang selalu menyeru pada keadilan, menggapai kebaikan, jengah akan jabatan semu dan kepentingan pribadi, namun selalu siap berjuang di jalan Allah; ketahuilah bahwa Allah akan selalu bersama kalian dan tidak akan menyia-nyiakan amal kalian, dan bahwa kemenangan akan selalu bersama orang-orang sabar, kemudahan mengiringi kesempitan, kesulitan bersama kemudahan, dan bahwa kami tetap berada di atas janji, dan di atas jalan Allah akan tetap tegar, dan bahwasanya segala akibat yang baik untuk orang-orang yang bertaqwa..

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut:69)

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (As-Syu’ara:227)

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُون

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21)

sumber :www.al-ikhwan.net

Baca Selengkapnya...

Template by - Abu Syamil